hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

11 Juli 2018, 06:05 WIB

KAB. MALANG, INDONESIA

Inovasi memang bisa datang dari mana saja. Kata inilah yang mungkin mendasari sejumlah mahasiswa dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berawal karena dicabutnya subsidi listrik oleh pemerintah, 10 orang mahasiswa jurusan Teknik Industri di Universitas Muhammadiyah Malang ini berinovasi untuk membuat mesin cuci gowes.

Para mahasiswa ini membuat mesin cuci gowes dari sebuah mesin cuci dan sepeda bekas. Motor di dalam mesin cuci dilepas dan dimodifikasi dengan memasang gir di dalamnya. Lalu, sebuah sepeda angin tanpa roda dipasangkan sejajar dengan mesin cuci.

Mesin cuci gowes. (NET/Tutus Sugiarto)

Mengutak-atik perpaduan besaran gigi gir sepeda dan as mesin cuci, menjadi kunci lajunya putaran mesin. Meski berasal dari bahan-bahan yang mudah didapat, penemuan para mahasiswa ini masih belum sempurna.

Karena mereka masih melakukan penyempurnaan dengan menambah alat untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan dalam setiap kayuhan pedal dalam baterai. Nantinya energi listrik yang tersimpan bisa digunakan untuk menambah putaran mesin saat operator mesin cuci sudah mulai kehilangan tenaga.

Mesin cuci gowes. (NET/Tutus Sugiarto)

"Rencana ke depan akan dipasang penampung daya. Ini karena tiap kayuhan kan beda awal semangat terus gak semangat terus lemes, gimana nanti daya gowes ditampung jadi saat capek mesinya bisa berjalan putarannya stabil," ujar Diajeng Candraning, salah satu mahasiswa yang membuat mesin cuci ini saat ditemui oleh Tim Liputan NET pada 4 Juli 2018 lalu.

Untuk bisa menciptakan mesin cuci ini, para mahasiswa tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp 1 juta. Dan waktu yang ditempuh untuk bisa membuat mesin ini mencapai dua bulan.

Mesin cuci gowes. (NET/Tutus Sugiarto)

Selain bisa untuk menghemat energi, mesin cuci ini memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan dan stamina. Karena untuk bisa mengoprasikan alat ini, sama saja seperti sedang berolahraga menggunakan sepeda.

Dari percobaan internal, alat ini disebut mampu mengurangi biaya jasa cuci pakaian hingga Rp 100 ribu perbulan. Jika mesin ini telah mencapai tingkat sempurna, kedepannya para mahasiswa ini berharap bisa memproduksinya secara massal dan mampu bermanfaat bagi masyarakat.

TUTUS SUGIARTO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments