hero
(ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

22 Mei 2018, 13:35 WIB

AMERIKA SERIKAT

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya mati-matian menggelar pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Trump ingin membuat sejarah baru bertemu dengan pemimpin Negeri Juche.

"Kami terus menegosiasi logistik, lokasi, ruangan dan sebagainya," ujar Trump di Gedung Putih, Senin, 21 Mei 2018 waktu setempat. "Mereka juga terus menegosiasi secara normal."

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. (Korea Summit Press)

BACA JUGA:

Pertemuan Trump dengan Jong-un yang sedianya akan digelar di Singapura pada 12 Juni 2018 terancam batal. Penyebabnya adalah pernyataan penasihat Trump, John Bolton,yang mengatakan AS akan mengadopsi denuklirisasi Libya.

Pada saat itu, AS mendesak Libya melakukan denuklirisasi. Kebijakan itu berujung dengan kehancuran Libya. Pemimpin Libya Muhammad Gaddafi digulingkan oleh sebuah kudeta yang didukung AS dan sekutunya.

Mendengar pernyataan itu, Korea Utara geram.  Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Kye-gwan menegaskan Korea Utara bukanlah Libya yang bisa digulingkan atas desakan denuklirisasi.

Presiden AS Donald Trump. (ANTARA-REUTERS)

 

Kye-gwan yang juga orang kepercayaan Kim Jong-un mengancam membatalkan pertemuan sakralnya dengan Amerika Serikat. Kekesalan Korea Utara juga memuncak setelah AS pada pekan lalu latihan tempur bersama Korea Selatan.

Latihan itu disebut juga dengan Max Thunder. Amerika dalam latihan itu mengerahkan sejumlah pesawat siluman dan pengebom. Korea Utara merasa terancam dan menuding Korea Selatan mengkhianati deklarasi Panmunjom.

VOA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments