hero
Aina Gamzatova (INSTAGRAM)

EDITOR : REZA ADITYA

4 Januari 2018, 10:55 WIB

RUSIA

Aina Gamzatova, menyita publik Negara Beruang Merah selama dua pekan terakhir. Musababnya, perempuan berhijab asal Makhachkala, Dagestan itu berani menantang Vladimir Putin di pemilihan presiden pada Maret 2018.

Muslimah itu secara resmi telah menyerahkan dokumen pencalonan diri sebagai bakal calon presiden Rusia kepada Komisi Pusat Pemilu pada Senin, 1 Januari 2018.

Aina didukung sebagai kandidat presiden oleh sebuah kelompok inisiatif lokal di Dagestan. Dia maju sebagai bakal calon presiden non-partai alias independen.

Perempuan berusia 46  tahun itu bukanlah sosok sembarangan dan asal mencalonkan diri jadi Presiden Rusia. Aina merupakan jurnalis yang juga pemimpin dari group media Islam terbesar di Rusia, Islam.ru.

Suaminya, Akhmad Abdulaev, adalah seorang kepala mufti dan juga penasihat otoritas Dagestan. Akhmad diyakini mampu mendulang suara untuk istrinya di komunitas muslim di Dagestan.

Visi dan misi Aina jika dia terpilh sebagai presiden belum secara detail disampakainnya. Namun, yang paling utama adalah dia ingin menyatukan Rusia untuk melawan kelompok separatis yang hendak mendirikan negara terpisah di Kaukasus Utara.

“Pencalonan saya tidak harus dilihat sebagai konteks kompetitor muslim yang menentang Vladimir Putin,” tulis Aina di situs Islam.ru dan dilansir Aljazeera pada 31 Desember 2017. “Ini adalah keinginan saya untuk mendukung negara."

Pencalonannya itu menimbulkan pro dan kontra. Tak sedikit kalangan yang menganggap Aina bukanlah lawan politik yang kuat menghadapi petahana Putin.

Zakir Magomedov, penulis asal Dagestan menilai Aina tak akan menang meskipun mampu meraup suara muslim yang jumlahnya 20 juta orang dari total 140 juta penduduk Rusia. “Untuk membicarakannya saja merupakan hal yang bodoh,” ujar Magomedov.

Di sisi lain, mantan juara olimpiade boxing dan wakil menteri olahraga Rusia di Dagestan, Gaydarbek Gaydarbekov berpendapat pencalonan Aina akan meningkatkan citra perempuan Islam Rusia.

“Meskipun dia kalah, orang akan tahu kalau wanita berhijab tidak hanya sekadar menjadi ibu atau wanita, melainkan juga sosok yang terpelajar, bijak dan terhormat,” ujar Gaidar dalam akun Instagramnya.

Aina tercatat sebagai wanita muslim pertama yang maju sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden Rusia. Dia meyakini didukung oleh komunitas muslim Rusia dan mampu  memecah suara Putin yang sangat kuat di Negeri Beruang Merah.

Perjalanan Aina resmi sebagai calon presiden Rusia masih panjang. Dia harus mengumpulkan tanda tangan 300 ribu tanda tangan warga dari seluruh penjuru Rusia. Musababnya, dia mencalonkan diri dari jalur independen.

FARABI FERDIANSYAH| AL JAZEERA | BBC | CNN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments