hero
Pihak berperkara melihat daftar hakim PN Pusat. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

12 Desember 2017, 09:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat besok akan meggelar sidang perdana untuk tersangka korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto. Sidang akan dipimpin oleh hakim Yanto, yang juga Ketua PN Jakarta Pusat.

"Namanya sudah beberapa kali memimpin beberapa pengadilan," kata hubungan masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Ibnu Basuki Widodo, Selasa, 12 Desember 2017. "Insya Allah track recordnya bagus."

Berkas Setya Novanto yang siap disidangkan. (NET)



BACA JUGA:
Surat Dakwaan Novanto Rampung, KPK Periksa 99 Saksi
Pengacara: Praperadilan Novanto Bisa Gugur

Yanto menjadi ketua pengadil sidang Setya Novanto menggantikan John Halasan Butar-butar. Dia menjabat sebagai pimpinan di PN Jakarta Pusat pada 22 September 2017.

Sebelumnya, pria yang lahir di Gunung Kidul pada 21 Januari 1960 itu menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Denpasar pada tahun 2016. Satu tahun sebelumnya, Yanto pernah menjadi Ketua Pengadilan Negeri Sleman.

Tahun 2014, hakim yang memperoleh gelar Doktor dari Universitas Jayabaya itu dipercaya mengemban pengadil tingkat pertama di PN Jakarta Selatan. Menurut Ibnu, sepak terjang dan kredibilitas Yanto cukup baik dalam menjadi hakim.

Yanto nantinya akan didampingi empat anggota majelis hakim. Mereka adalah Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagia, Anwar, dan Ansyori Syarifudin. 

Keempat hakim itu sebelummya adalah pengadil untuk terdakwa kasus korupsi yang sama, yaitu Irman dan Sugiharto. Adapun panitera pengganti dalam sidang Setya Novanto adalah Roma Siallagan.

Humas PN Tipikor Ibnu Basuki Widodo. (NET)

 

Ibnu mengatakan pergantian ketua majelis hakim untuk sidang Setya Novanto tak ada muatan politis atau intervensi dari pihak manapun. Menurut dia, pertukaran pimpinan pengadil untuk Setya sudah sesuai prosedur.

"Karena John Halasan Butar-butar sudah dimutasi sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Pontianak, Kalimantan Barat," ujar Ibnu. "Kalau sudah dimutasi, tidak mungkin ditunjuk untuk bersidang kembali."

TANIA FRANSISCA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments