EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

7 Desember 2017, 11:55 WIB

KOTA BOGOR, INDONESIA

Presiden Joko Widodo mengecam keras pengakuan Amerika Serikat yang menyatakan Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden meminta AS mempertimbangkan keputusan tersebut. Presiden juga meminta Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi memanggil Duta Besar AS.

"Saya memerintahkan Menlu memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap pemerintah Indonesia," kata Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis, 7 Desember 2017.

Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, menilai pengakuan sepihak AS itu telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. "Bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," sambung Jokowi.

Presiden juga menyatakan, Indonesia dan rakyatnya konsisten memberi dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah pembukaan Undang Undang Dasar 1945," ujar Presiden.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. (SETKAB/Humas/Agung)

BACA JUGA:
Trump Akui Jerussalem Ibu Kota Israel

Dalam beberapa hari ini, pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara OKI agar mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak AS. Pemerintah juga meminta PBB segera bersidang soal sikap AS tersebut.

Seperti dilansir AFP, Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang darurat khusus membahas keputusan Donald Trump yang secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Sidang darurat akan digelar di New York, AS, pada Jumat, pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

PRIHARDANI PURBA

12

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments