hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

12 Oktober 2017, 13:28 WIB

RUSIA

Sebagai pionir di dunia militer, Rusia terus mengembangkan sistem alutsistanya. Selain senjata dan armada perang, mereka juga membikin sebuah rompi spesial, rompi baja yang diklaim bisa bertahan dari serangan nuklir.

"Kami sedang menyelesaikan penelitian ilmiah guna membuat pakaian masa depan penerus Ratnik-3," ujar Kolonel Jenderal Oleg Salyukov, Kepala Staf Angkatan Darat Tentara Rusia kepada media lokal Rusia, Krasnaya Zvezda.

Menurut Salyukov, setelah pengembangan rampung, bobot baju perang itu akan menyusut 30 persen. Pakaian itu akan meningkatkan kinerja prajurit hinga 1 setengah kali lipat lebih baik. Pada pengembangan terakhir, pihak angkatan bersenjata Rusia telah menunjuk TsNIITochMash--anak perusahaan Rostek--untuk menyempurnakannya dengan balutan rangka luar (exoskeleton).

Baju perang Ratnik-3 pertama kali dipamerkan pada pertengahan Juni 2017 di National University of Science and Technology Moskow. (ROSTEK)

Satu set baju Ratnik menggabungkan 5 sistem sekaligus, seperti sistem bertahan hidup, komunikasi, koneksi, perlindungan, dan cadangan energi. Mereka terdiri dari 59 item perlengkapan, antara lain: rompi baja anti-peluru, satu potong pakaian tempur, pelindung kepala, kaca mata pelindung, pelontar granat, senapan serbu, senapan jarak jauh, amunisi, belati, teropong pengintai, dan sensor panas.

Baju perang Ratnik-3 pertama kali dipamerkan pada pertengahan Juni 2017 di National University of Science and Technology Moskow. Ia berdiri kokoh setinggi 6 kaki lengkap dengan senapan dan sepasang sarung tangan berwarna hitam. Pada bagian lengan terdapat perisai baja yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus dudukan bendera Rusia. Di kakinya terpasang sepatu bot berbalut bingkai besi yang menghubungkan kaki dengan pinggang.

Satu set baju Ratnik menggabungkan 5 sistem sekaligus, seperti sistem bertahan hidup, komunikasi, koneksi, perlindungan, dan cadangan energi. (TASS)

"Rangka luar atau exoskeleton mengumpulkan informasi mengenai kesehatan dan kondisi cuaca di sekitar, ia akan dipindai dan ditampilkan di monitor pelindung wajah," kata Salyukov.

Produsen akan meletakan sistem penunjuk target di bagian atas helm. Terakhir dan yang paling hebat dari sistem baju perang ini adalah jam tangan yang bisa bertahan dari serangan nuklir. Produsen mengklaim jam ini tahan terhadap gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh ledakan nuklir.

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments