EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 Oktober 2017, 17:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Memiliki sahabat pena memang bukan hal yang asing ditelinga kita. Tapi di zaman sekarang ini, kebiasaan tersebut memang sudah banyak ditinggalkan. Alasannya, karena saat ini orang-orang sudah tidak menggunakan surat sebagai media komunikasi.
 
Dengan kecanggihan teknologi yang ada, generasi sekarang lebih memilih untuk berkomunikasi melalui telepon, SMS , atau e-mail. Selain lebih mudah, pesan juga akan diterima dalam waktu yang lebih cepat.
 
Namun hal ini rupanya tidak mempengaruhi Lori Gertz dan George Ghoson. Keduanya adalah sahabat pena yang sudah mulai saling bertukar surat sejak tahun 1975  hingga sekarang.
 
Meski teknologi komunikasi sudah banyak berkembang, Lori dan George tetap konsisten untuk saling mengirimi surat satu sama lain. Mereka bahkan selalu rutin mengirimkan surat setiap sebulan sekali.

Surat yang dikirimkan oleh Lori Gertz ke George Ghoson. (ABC News)

Lori sendiri adalah seorang wanita yang berasal dari California. Sedangkan George adalah seorang pria asal New York. Keduanya mulai berkenalan lewat surat saat George berusia 15 tahun dan Lori berusia 12 tahun. 
 
"Ketika aku berusia 15 dan ia 12, kami mulai saling berkirim surat. Saat itu aku mengirim lima surat kepada orang yang berbeda. Dan aku mendapatkan surat balasan dari Lori," kata George yang dikutip dari ABC News pada 27 Maret 2017.
 
Saat berkirim surat, Lori dan George biasanya saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Mulai dari aktivitas keseharian hingga masalah keluarga.
 
Tak hanya sekedar bercerita, keduanya bahkan tak ragu untuk mencurahkan isi hatinya satu sama lain. Seperti saat George yang mencurahkan kesedihannya pada Lori kerena ibunya meninggal pada tahun 2006.
 
Selama 42 tahun berkirim surat, Lori dan George belum sempat untuk bertemu satu sama lain. Setelah melakukan berbagai usaha untuk bertemu, pada 11 April lalu keduanya pun akhirnya bisa bertatap muka.
 
Saat itu Lori sedang menemani anaknya pergi ke Universitas Hofstra di New York. Ia dan George pun bertemu di lobby Hotel Red Roff, Westbury, New York. Saat itu, keduanya langsung berpelukan dan sempat menangis bersama.  
 
Lori sendiri mengaku bahwa baru kali ini ia memiliki hubungan yang sangat dalam dengan seseorang. Meski begitu dekat, keduanya membantah jika memiliki perasaan.
 
Keduanya bahkan mengaku tidak pernah memiliki ketertarikan untuk menjalin hubungan asmara. Bagi George, Lori sudah dianggap sebagai adiknya sendiri. Begitu pula dengan Lori.
 
"Aku menyayangi George.Dia adalah orang terpenting dalam hidupku. Seluruh keluargaku tahu soal dia. Dia adalah sahabat terlama yang aku miliki seumur hidupku. Ini sangat indah." papar Lori kemudian.
 
 ABC NEWS  | DAILY MAIL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments