hero
Sebuah rumah di desa Gawdu Tharya yang terbakar. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

28 September 2017, 11:00 WIB

MYANMAR

Pemerintah Myanmar berencana mengambil alih lahan di desa-desa yang dihuni penduduk Rohingya, di negara bagian Rakhine. Desa itu sebagian besar terbakar pascakonflik antara pemerintah Myanmar dan kelompok militan di negara itu.

"Berdasarkan aturan hukum, lahan yang terbakar menjadi lahan yang dikelola pemerintah," kata Menteri Pembangunan Sosial dan Transmigrasi Myanmar Win Myat Aye, Rabu, 27 September 2017 waktu setempat.

Menteri Pembangunan Sosial dan Transmigrasi Myanmar Win Myat Aye. (BBC)



BACA JUGA:
Begini Foto Satelit Permukiman Rohingya yang Hangus
Penampakan Desa Rohingya di Myanmar yang Terbakar​

Win Myat memimpin sebuah komite yang bertugas memberikan rekomendasi penyelesaian konflik di Rakhine. Menurut dia, setelah diambil alih, desa-desa itu akan dibangun permukiman baru.

Sayangya, Win Myat belum mau memastikan untuk siapa desa-desa itu dibangun lagi. Saat disinggung apakah untuk penduduk Rohingya, dia tak menjawab.

Desa di Gawduthar yang terbakar. (REUTERS/Stringer)

 

Pemerintah Myanmar menyebut desa-desa itu dibakar oleh kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) akhir Agustus lalu. Namun menurut laporan BBC, desa itu dibakar oleh militer Negeri Tanah Emas.

Akibat terbakarnya desa-desa itu, sebanyak 480 ribu penduduk Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Mereka menyelamatkan diri dari dugaan intimidasi yang dilakukan tentara Myanmar.

Citra satelit baru yang dilansir Human Rights Watch (HRW) awal September kemarin menunjukkan ada 17 desa yang dihuni warga Rohingya terbakar.  700 bangunan, termasuk tempat ibadah di  desa Chein Khar Li hancur akibat kobaran api. 

CHELZEA VERHOEVEN | CBC 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments