hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

26 September 2017, 19:30 WIB

CINA

CEO Alibaba Jack Ma merupakan orang terkaya ke-2 di Cina dan ke-23 di dunia. Berdasarkan catatan Forbes, harta pribadinya di tahun 2017 mencapai 39,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 524 triliun. 

Meski kaya raya, pengusaha 53 tahun bernama asli Ma Yun itu mengaku sulit menghabiskan pundi-pundinya. Kepayahan ini, tak lain, disebabkan keterbatasan waktunya sebagai CEO Alibaba Group--induk yang membawahi 18 unit usaha di seluruh dunia.

"Saya tidak memiliki banyak waktu untuk menghabiskan uang," kata Jack Ma kepada Bloomberg, 18 September lalu.

Kekayaan Jack Ma meningkat tajam di tahun 2017. Sejak pembukaan kuartal pertama, hartanya tumbuh pesat hingga 13,3 miliar dolar AS. Di mana sebagian besar harta tersebut berasal dari harga saham Alibaba yang terus berlipat ganda.

"Orang berkata, Jack, kamu bisa menghabiskan uang lebih banyak dari pemerintah. Lebih banyak dari orang lain. Kamu adalah pemilik seluruh aset. Lantas saya bertanya balik: berapa banyak uang yang bisa kamu habiskan?" tambah Jack Ma sambil tersenyum.

Tidak jelas uang yang dikatakan Jack Ma merujuk pada harta pribadi atau aset perusahaan. Jika yang dimaksud adalah aset perusahaan, maka Jack Ma akan menjadi sangat kelimpungan, mengingat total asetnya di Alibaba mencapai 392,7 miliar dolar AS dengan dana segar sejumlah 21,4 miliar dolar. Belum lagi investasi lain yang tersebar di seluruh dunia, seperti Snapchat, Lyft, termasuk perusahaan e-dagang asal Indonesia, Tokopedia.

CEO Alibaba Jack Ma merupakan orang terkaya ke-2 di Cina dan ke-23 di dunia. (BLOOMBERG)

Meski pekerja keras, Jack Ma tetap memiliki waktu untuk kehidupan pribadinya. Misalnya sebuah apartemen super mewah di Hong Kong yang ia beli seharga 36 juta dolar atau Rp 480 miliar. Jadi apa yang terlontar dari mulutnya beberapa hari lalu bisa jadi merupakan sebuah guyonan.

Ia memang dikenal kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Seperti pada saat Forum Ekonomi Internasional di St. Petersburg awal 2017 lalu. Jack Ma berkata: "membuat Alibaba merupakan keselahan terbesar saya di sepanjang hidup."

TIME | BLOOMBERG

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments