Pemantauan terhadap Gunung Agung di Karangasem, Bali, terus dilakukan. Saat ini gunung tersebut masih berstatus "siaga". 
Sebelumnya, status aktivitas Gunung Agung ditingkatkan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) pada Senin, 18 September 2017, pukul 21.00 WITA.

Pasca-penetapan status Gunung Agung, warga mengggelar ritual 'pengelempana' atau penduh jagat di Pura Bekasih, Rabu, 20 September 2017. Ritual di tempat suci umat Hindu di lereng kaki Gunung Agung itu, bermakna memohon keselamatan dan terhindar dari bencana ke hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.

Pengelempana diselenggarakan di beberapa kompleks pura di antaranya Pura Bangun Sakti, Basukian, dan Pura Pangubengan. "Pura Bekasih terdapat 25 kompleks pura. Upacara diselenggarakan di 9 titik pura," kata Bendesa Adat Besakih Jero Mangku Widiartha.

Dari ritual ini, dibagikan tirta atau air suci yang didapat dari 9 kompleks pura tersebut. Warga kemudian membawa air suci ke rumah untuk ditaruh di sanggah atau tempat suci keluarga.

Berdasarkan laporan Pos Pantau Gunung Agung (PGA) tercatat 427 gempa terjadi pada Selasa lalu. Sementara pada Rabu, dari pukul 00.00-06.00 terjadi 94 gempa. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM telah melarang warga untuk mendekat ke Gunung Agung dalam radius sekitar 6 kilometer.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments