hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

20 September 2017, 14:49 WIB

RUSIA

Pemerintah Rusia meresmikan patung Mikhail Kalashnikov, perancang senjata legendaris mereka: AK-47, Selasa, 19 September 2017. Peresmian ini bertepatan dengan perayaan hari senjata nasional Rusia yang jatuh di hari yang sama. 

Patung setinggi 9 meter berdiri kokoh di sebuah jalan di Oruzheiny, salah satu kawasan paling ramai di Moskow yang juga terkenal sebagai pusat pembuatan sejata di negeri Beruang Merah.

Sosok Kalashnikov yang tinggi besar digambarkan sedang mengenakan jaket bomber sambil menenteng bedil bikinannya. Patung dibangun di atas pedestal bertuliskan: "Aku membuat senjata untuk mempertahankan tanair airku."

Satu dari enam senapan serbu yang diproduksi di seluruh dunia adalah AK-47. (KOSOVO PRESS)

Dilansir The Guardian, peresmian monumen senilai 35 juta ruble atau Rp 8 miliar ini diiringi parade militer serta prosesi pembacaan doa oleh pendeta Kristen Ortodoks. Lagu kebangsaan Rusia juga turut didengungkan selama peristiwa berlangsung.

Salavat Scherbakov, pematung monumen yang turut hadir di acara tersebut mengatakan, senjata adalah alat pertahanan yang juga menjadi simbol Rusia. "Senjata hadir menemani perkembangan anak dan wanita-wanita Rusia yang cantik," kata Salavat kepada Reuters. 

Mikhail Kalashnikov adalah anak petani yang berasal dari Desa Kurya, Altai, wilayah paling ujung Rusia yang berbatasan dengan Kazakhstan dan Mongolia. Ia mulai berkarir di angkatan darat Uni Soviet pada tahun 1938 sebagai seorang prajurit infanteri. Ia meninnggal di tahun 2013 dengan pangkat terakhir letnan jenderal.

Patung setinggi 9 meter berdiri kokoh di sebuah jalan di Oruzheiny, salah satu kawasan paling ramai di Moskow yang juga terkenal sebagai pusat pembuatan sejata di negeri Beruang Merah. (REUTERS)

AK-47 tercipta saat ia memenangkan sayembara pembuatan senjata yang diadakan pemerintah Rusia di tahun 1947. Saat itu, ia mengalahkan banyak perancang senjata terbaik yang juga mengikuti sayembara. 

AK-47 menang sayembara karena dianggap paling praktis, ringan, dan tentu saja, terjangkau. Atas prestasi ini ia diganjar Stalin Prize, oleh pemimpin Uni Soviet kala itu Joseph Stalin.

Dilansir Reuters, satu dari enam senapan serbu yang diproduksi di seluruh dunia adalah AK-47. Diperkiran, senjata ini telah diproduksi sebanyak 70 juta pucuk dalam kurun 60 tahun terakhir. 
Mulanya AK hanya digunakan oleh tentara merah Soviet. Belakangan, senjata itu juga dipakai oleh negara-negara anggota blok Pakta Warsawa, dan menyebar hingga ke 50 angkatan bersenjata di seluruh dunia. 

peresmian monumen senilai 35 juta ruble atau Rp 8 miliar ini diiringi parade militer serta prosesi pembacaan doa oleh pendeta Kristen Ortodoks. (REUTERS)

Beberapa negara dan organisasi paramiliter, bahkan, menggunakan gambar AK-47 sebagai simbol mereka, dan menyematkannya di emblem kehormatan. Mereka antara lain: Mozambik, Hezbollah, Zimbabwe dan Timor Leste.

Pakar militer mengatakan, AK-47 adalah senjata otomatis yang paling banyak membunuh manusia. Senjata ini juga digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap imprealisme negara-negara barat. Harga murah dan pengoperasian yang mudah menjadi alasan senjata ini banyak dipakai oleh pemberontak dan gangster-gangster jalanan.

Sebelum meninggal di usia 94 tahun, Kalasnikov sempat mengungkapkan perasaannya. Kebanggaannya terhadap Ak-47 bercampuraduk dengan kepedihan yang dirasakan ribuan orang korban keganasan bedil AK-47.

REUTERS | THE GUARDIAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments