hero
Ilustrasi pemadam kebakaran menangani api. (PIXABAY)

EDITOR : TITO SIANIPAR

18 September 2017, 16:20 WIB

KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA

Jeki, 24 tahun, gelap mata dan bertindak nekad membakar kedua orang tuanya. Pasalnya adalah karena ia emosi dan tidak terima ditegur orang tuanya karena memasang musik dengan suara keras.

"Hampir tiap malam dia mabuk. Kami menegur sudah tidak mempan lagi," kata Asrani, ayah Jeki, yang terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah Puruk Cahu, Murung Raya, Kalimantan Tengah, Minggu, 17 September 2017.

Insiden pembakaran terjadi pada Sabtu, 16 September 2017 dini hari. Ketika itu, Jeki sedang mabuk dan dalam pengaruh gas dari lem Fox yang dihirupnya. Dalam kondisi fly itu, Jeki memasang musik dengan suara kencang di kamarnya.

Asrani dirawat di rumah sakit. (NET/Topan)

Orang tua Jeki, Asrani dan Nurlela, kemudian menegurnya dan meminta suara dipelankan. Tak terima hal itu, Jeki emosi dan mengambil bensin hendak membakar rumah mereka. Namun upaya itu dihalangi Asrani dan Nurlela.

Akibat berebutan itu, bensin tersiram ke ketiganya. Tak berselang lama, api yang sudah disiapkan Jeki menyambar mereka. Akibatnya, mereka mengalami luka bakar, dengan Nurlela yang paling parah yakni mencapai 70 persen.

Jeki juga dirawat di rumah sakit yang sama. (NET/Topan)

Ketiganya kini terbaring di rumah sakit yang sama menjalani pemeriksaan. Asrani meminta polisi tetap memproses kasus tersebut sembari berharap anaknya Jeki dihukum. "Tolong ditangkap. Supaya berhenti (mabuk)," kata dia.

TOPAN SETIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments