hero
Polisi menangkap Dodik karena menghina Iriana Widodo. (NET/Anggi)

EDITOR : REZA ADITYA

13 September 2017, 12:45 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Yoris Maulana mengungkap motif Dodik Ihwanto menghina ibu negara Iriana Widodo di media sosial. Menurut Yoris, Dodik merasa kesal dengan kebijakan Presiden Joko Widodo.

"Dia tidak senang dengan rezim saat ini dan ingin membuat gaduh," kata Yoris, di kantornya, Rabu, 13 September 2017. "Ini bukan yang terakhir, ada beberapa foto Jokowi dan Iriana dengan kata tidak pantas."

Dodik (tengah) digiring dari Palembang ke Polrestabes Bandung. (NET/Anggi)

 

Dodik ditangkap di rumahnya di Palembang pada Senin kemarin. Dia dicokok aparat karena mengunggah ujaran kebencian di akun Instagram warga_biasa pada 7 September 2017. Dodik niat mengedit foto Iriana beserta tulisan-tulisan provokatif.

Satu hari setelah pemuda berusia 22 tahun itu mengunggah penghinaan terhadap Iriana, polisi bergerak telusuri Dodik. Aparat melacak keberadaan Dodik dari seorang perempuan berinisial DW yang tinggal di Bandung.

Dodik (kedua dari kiri) dibekuk Tim Polrestabes Bandung karena menghina Iriana Widodo. (NET/Anggi)

 

Kepada polisi, DW mengaku Dodik diketahui berada di Palembang. Polisi langsung mencokoknya. Dari hasil penangkapan itu, ditemukan sejumlah barang bukti. Antara lain satu buah ponsel dan satu bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia.

Dodik kemudian digiring ke Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan. Yoris mengatakan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku tahu ada kelompok khusus yang kerjaannya membuah gaduh dengan mengunggah kebencian di media sosial.

Dodik kini mendekam di Polrestabes Bandung akibat menghina Iriana Widodo. (NET/Anggi)

 

"Kami akan melakukan penyelidikan apakah (dia) masuk kelompok Saracen atau lainnya," ujar Yoris. "Tapi kami melengkap untuk kasus yang utama dulu, kasus penghinaan terhadap Iriana dulu.  Dia tidak mengakui kelompok tertentu."

Dodik kini mendekam di rumah tahanan Polrestabes Bandung. Dia dijerat Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 huruf E UU Nomor 44 Tahun 2008  dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

ANGGI PUTRA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments