hero
Kondisi jalanan ibu kota Cina. (REUTERS)

EDITOR : TITO SIANIPAR

12 September 2017, 16:10 WIB

CINA

Pemerintah Cina berencana melarang pembuatan dan penjualan mobil berbahan bakar fosil, mengikuti Jerman dan Prancis. Salah satu upaya Cina mengurangi emisi karbon yang banyak disumbang dari asap kendaraan.

"Kebijakan ini akan membawa perubahan besar pada sektor industri otomotif," kata Wakil Menteri Industri dan Teknologi Cina Xin Guobin, seperti dilansir Xinhua, Senin, 11 September 2017.

Menurut Xin, Cina sudah membuat penelitian untuk menentukan jadwal pelaksanaan aturan itu. Cina, kata dia, telah berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 60-65 persen pada 2030 mendatang.

Industri mobil Cina. (REUTERS)

Emisi kendaraan dianggap menjadi biang memburuknya kualitas udara di Cina. Kementerian Perlindungan Lingkungan melansir bahwa asap kendaraan menyumbang lebih dari 80 persen karbon monoksida dan hidrokarbon, juga 90 persen nitrogen oksida. Emisi itu dihasilkan oleh hampir 200 juta kendaraan yang tercatat di akhir 2016.

Pemerintah Cina kemudian memberi stimulan agar rakyatnya menggunakan kendaraan berbahan bakar terbarukan (NEV) yang jumlahnya baru mencapai 1,09 juta. Cina membebaskan pajak dan pemberian diskon untuk pembelian mobil jenis NEV. 

Stimulan ini berhasil meningkatkan penjualan kendaraan NEV sebanyak 507 ribu di tahun lalu dan trennya naik 53 persen per tahun. Penjualan kendaraan listrik melonjak 65,1 persen menjadi 409 ribu, menyumbang 80 persen dari total penjualan kendaraan energi terbarukan.

Lalu lintas Cina yang penuh mobil dan polusi. (REUTERS)

Pemerintah Cina juga berencana membangun lebih dari 12 ribu stasiun bahan bakar terbarukan sebelum tahun 2020 untuk memenuhi target  5 juta kendaraan NEV. 

Sinyal larangan dari pemerintah ini direspon cepat oleh pelaku industri otomotif dengan memproduksi kendaraan jenis NEV. Pabrik Volvo misalnya, akan memproduksi mobil listrik untuk seluruh model kendaraan di tahun 2019. Langkah ini juga ditempuh GM, Volkswagen, Ford, Daimler, dan lainnya.

Cina saat ini memimpin dunia dalam pengembangan kendaraan energi baru. Perusahaan seperti BYD, BAIC dan Geely menjadi merek teratas mobil listrik di seluruh dunia.

Industri mobil bahan bakar fosil Cina. (REUTERS)

Apakah Cina membutuhkan waktu hingga 2040 seperti Inggris dan Perancis untuk menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil? Pandangan analis industri terbelah untuk menjawab ini.

Zhong Shi, misalnya, meyakini Cina akan menerapkan tenggat lebih cepat karena perubahan untuk hal ini cukup mudah dilakukan.

Namun menurut analis lain, Qiu Kaijun, percaya Cina butuh waktu lebih lama ketimbang Inggris dan Perancis. "Sebab industri dan pasar kendaraan bahan bakar fosil masih cukup massif," kata dia. 

XIN HUA | SCMP

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments