hero
Ilustrasi korban pemerkosaan. (PIXABAY)

EDITOR : TITO SIANIPAR

21 Agustus 2017, 09:45 WIB

LEBANON

Pelaku pemerkosaan di Libanon kini tak bisa lagi lolos dari jeratan hukum meskipun telah menikahi korbannya. Parlemen Libanon mencabut pasal dalam undang-undang pidana yang mengatur keringanan hukuman bagi pelaku pemerkosaan jika menikahi korbannya.

"Mengubah hukum bukanlah tugas yang mudah, tapi kami bisa melakukannya," kata Suad Abu Dayyed dari Equality Now Timur Tengah, salah satu lembaga untuk isu perempuan, pasca putusan parlemen, dikutip dari Independent, akhir pekan lalu.

Beleid yang dicabut adalah pasal 522 dari undang-undang pidana yang terbit tahun 1940. Dalam pasal itu disebutkan bahwa pemerkosa akan bebas dari jeratan pidana bila menikahi korban minimal selama tiga tahun. Bila tidak menikahi, pelaku terancam hukuman minimal 7 tahun.

Perempuan-perempuan Libanon. (AP)

Klausul tersebut memicu banyak protes dari aktivis perempuan dalam beberapa tahun terakhir. Sebab pasal itu banyak dipakai oleh pelaku agar bebas dari hukuman penjara, sekaligus merupakan legalisasi perkawinan anak.

Sejatinya tidak ada angka pasti berapa banyak kasus pemerkosaan yang berakhir dengan pernikahan di Libanon. Namun para aktivis menyebut praktik tersebut banyak terjadi di wilayah pedesaan.

Gedung parlemen Libanon. (WIKIMEDIA)

Abaad, kelompok perempuan yang sering berkampanye menggunakan gaun pengantin yang dicat merah menyerupai darah, kini lega. "Selamat buat perempuan Libanon. Ini merupakan kemenangan bagi martabat perempuan," tulis Abaad di halaman Facebooknya.

Keputusan Parlemen Libanon itu mengikuti langkah Yordania dan Tunisia. Dua pekan sebelumnya, kedua negara itu mengeluarkan undang-undang untuk mengakhiri semua bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Generasi muda Libanon. (WIKIMEDIA)

Peneliti hak asasi manusia Libanon Bassam Khawaja juga mendesak parlemen untuk segera mengeluarkan undang-undang yang melarang pernikahan anak dan perkosaan dalam perkawinan. "Keduanya ini masih legal di Lebanon," kata Bassam.

THE INDEPENDENT | MIDDLE EAST

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments