hero
Kantor First Travel. (ANTARA)

EDITOR : TITO SIANIPAR

11 Agustus 2017, 17:10 WIB

INDONESIA

Polisi terus mengembangkan penyidikan kasus penipuan oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Dengan memeriksa beberapa saksi terkait, polisi menyatakan tersangka kasus penipuan akan bertambah.

"Mengingat bahwa begitu besarnya dinamika dan operasional yang dilakukan First Tarvel," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, Jumat, 11 Agustus 2017.

Sepanjang hari ini polisi memeriksa tiga saksi yang merupakan karyawan First Travel. Mereka merupakan bagian dari total 14 saksi yang sudah dimintai keterangan oleh polisi. 

Calon jemaah umrah First Travel. (NET/Octa)

"Kami terus melakukan upaya-upaya melengkapi informasi yang ada. Sehingga kemudian kami dapat melakukan penegakan hukum dengan tepat dan benar," ujar Martinus.

Polisi sudah menahan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman. Istri Andika, Anniesa Desvitasari yang juga direktur perusahaan ikut ditahan polisi sejak Kamis, 10 Agustus 2017. 

Keduanya dijadikan tersangka karena dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah dan dikenakan pasal 378 KUHP. First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya.

 Andika Surachman dan istri Anniesa Desvitasari. (ANTARA)

Namun calon umrah yang telah memesan, tidak kunjung berangkat hingga batas waktu yang dijanjikan. Hal itu mendorong sebagian jemaah melaporkan First Travel beserta pemiliknya ke polisi.

CHELZEA VERHOEVEN 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments