hero
Kantor First Travel di Jakarta Selatan. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

10 Agustus 2017, 19:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman. Istri Andika, Anniesa Desvitasari yang juga direktur perusahaan ikut ditahan polisi. Keduanya dijadikan tersangka karena dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, penetapan tersangka karena penyidik menemukan cukup alat bukti. "Kami sudah tetapkan tersangka kemarin dan untuk penahanan mulai hari ini," kata Herry di Bareskrim Mabes Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Agustus 2017.

Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari. (YOUTUBE/FIRST TRAVEL OFFICIAL)

Keduanya disangkakan Pasal 378 KUHP terkait penipuan dan Pasal 378 terkait penggelapan. First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Namun, calon jemaah umrah yang telah memesan, tidak kunjung berangkat hingga batas waktu yang dijanjikan.

Polisi akan terus mengembangkan kasus ini. "Kami akan kembangkan ke Pasal TPPU (Tindak Pidana Penncucian Uang). Kami akan melakukan tracking pada rekening-rekening aset," kata Herry.

Kantor First Travel disegel polisi. (NET/Octa Barry)

Andika dan Anniesa ditangkap pada Rabu malam di kompleks perkantoran Kementerian Agama. Polisi membawa mereka usai menggelar konferensi pers di kantor Kemenag.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, polisi menyegel kantor First Travel di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Garis polisi dibentangkan di depan pintu masuk kantor.

Beberapa jemaah juga memenuhi kantor First Travel. Mereka berkumpul di lantai dasar gedung. Para jemaah menunggu proses pengembalian uang untuk umrah yang telah dibayarkan sebelumnya. 

"Kami membawa koper supaya nanti bisa ambil paspor sekalian. Kemarin kesini mengambil formulir refund. Dijanjikan dikembalikan setelah 90 hari kerja," kata Syaiful, salah seorang jemaah.

Calon jemaah umrah memperlihatkan formulir refund di kantor First Travel. (NET/Octa Barry)

Tidak hanya di Jakarta, kantor Firs Travel di Depok, Jawa Barat, juga ramai didatangi calon jemaah umrah. Kantor tutup dan tidak ada satu pun karyawan berada di lokasi. Sejumlah calon jemaah berdatangan untuk mengambil dokumen pengembalian uang yang sudah dijanjikan. 

Salah seorang calon jemaah Deden Supriatna mengatakan, dirinya dijanjikan pengembalian uang dalam 30 hari kerja. "Saya sudah 50 hari kerja ini, tapi belum dikembalikan," kata dia.

Deden juga kaget karena kantor First Travel tutup. "Tadi ada calon jemaah dijanjikan pengembalian pasport hari ini, pukul 10, tapi tutup. Kami bingung mau kemana nuntut ke siapa," jelas Deden.

Calon jemaah umrah di depan kantor First Travel Depok yang tutup. (NET/Damar Pamungkas)

Sebelumnya Kementerian Agama mencabut izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah First Travel. Pencabutan izin tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 589 Tahun 2017.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pencabutan izin pengelolaan perjalanan umrah itu karena First Travel beberapa kali ingkar janji kepada jemaah. First Travel juga menelantarkan jemaah sehingga gagal berangkat umrah ke Arab Saudi. Walaupun sanksi administratif telah dikenakan, Menteri Lukman meminta First Travel memenuhi kewajibannya pada jemaah.

"Pencabutan izin ini tidak menghilangkan kewajiban mereka untuk dua hal. Pertama memberangkatkan yang belum berangkat melalui biro travel yang lain. Kedua mengembalikan dana yang sudah disetorkan oleh calon jemaah umrah yang tidak jadi berangkat," kata Lukman Minggu, 6 Agustus 2017 silam.

Calon jemaah mengurus pengembalian uang di Kantor First Travel, Juli lalu. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Kisruh First Travel mulai mengemuka ketika gagal memberangkat jemaah umrah pada 28 Maret 2017 lalu. Kementerian Agama telah melalukan klarifikasi, advokasi, hingga mediasi antara jemaah dan pihak First Travel. Namun, usaha tersebut tak berbuah hasil lantaran biro perjalanan ini tidak kooperatif.

SYARIFAH RAHMA| OCTA BARRY | DAMAR PAMUNGKAS | DARA AURORA

10

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments