hero
Kapolda Sulteng Brigjen Rudy.S memperlihatkan foto warga yang tewas. (NET/Rahman Odi)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

4 Agustus 2017, 05:45 WIB

SULAWESI TENGAH, INDONESIA

Simson alias Suju, 30 tahun, seorang petani ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian dada kiri di Desa Lobu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan Simon diduga ditembak oleh sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok Santoso.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Rudy, ciri pelaku adalah berambung gondrong dan berbadan kurus.

"Ciri-ciri pelaku penembakan itu sama dengan sisa DPO kelompok Santoso yang hingga saat ini masih kami kejar,” kata Rudy saat konferensi pers di Mapolda Sulteng, Kamis, 3 Agustus 2017.

Petani yang tewas ditembak di dada kiri. (NET/Rahman Odi)

Rudy menuturkan, penembakan terjadi Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WITA di wilayah pegunungan Pora Parigimpu'u, Kecamatan Parigi Barat. Lokasi ini berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga.

Saksi, lanjut Rudy, melihat korban Simson dihadang sejumlah orang tak dikenal. Mereka membawa dua pucuk senjata. "Dihadang oleh diduga DPO. Jumlahnya 7 orang," kata dia.

Korban kemudian ditodong senjata oleh sekelompok orang bersenjata. "Ketika ditodong, mencoba merebut senjata dan melakukan perlawanan. Akhirnya ditembak dengan satu peluru di bagian dada," kata dia

"Disaksikan oleh saksi laki-laki yang tidak saya sebut namanya karena dalam penyelidikan," tambah Rudy.

Mapolda Sulawesi Tengah. (NET/Rahman Odi)

Saksi kemudian langsung melapor ke polisi. Jenazah Simson juga telah dibawa ke RSU Anuntaloko Parigi untuk proses identifikasi.

Ribuan aparat gabungan TNI dan Polri pun telah dikerahkan ke lokasi dan wilayah sekitarnya untuk mengejar para pelaku DPO tersebut. Menurut Rudy, sisa DPO kelompok Santoso saat ini masih memiliki dua senjata api organik jenis M 16 mini dan SS1 serta satu senjata api rakitan.

Salah satu pos pemeriksaan Operasi Tinombala di Poso. (NET/Dede Rohali)

Meski Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Santoso telah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala 18 Juli 2016 lalu, sisa kelompoknya masih berada di hutan Poso. Data kepolisian jumlah personil yang masih diburu sebanyak tujuh orang.

Untuk mengejar sisa kelompok Santoso, Operasi Tinombala yang telah berakhir pada 3 Juli 2017 kembali diperpanjang hingga 3 Oktober 2017.

RAHMAN ODI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments