hero
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. (DN INDIA)

EDITOR : REZA ADITYA

4 Agustus 2017, 06:30 WIB

FILIPINA

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memiliki julukan baru untuk pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Duterte menyebut Jong-un 'si tembem dungu'. Julukan itu diberikan Duterte terkait ambisi Jong-un dalam proyek nuklirnya.

"Wajahnya tembam memiliki kesan yang baik, tapi dungu dan bajingan," kata Duterte, seperti dilansir The Guardian, Kamis, 3 Agustus 2017. "Dia terlalu bodoh dan sangat berbahaya."

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (REUTERS)

 

Duterte tak kuasa menahan emosinya dengan Jong-un. Dia dongkol karena pimpinan Negeri Juche itu arogan dan terus pamer kekuatan rudal jarak jauhnya serta kehebatan nuklirnya.

Ungkapan Duterte itu juga sehubungan dengan  penyelenggaraan Forum Regional ASEAN yang diikuti 27 negara awal bulan ini. Dalam pertemuan itu, membahas kemampuan rudal jarak jauh Korea Utara.

Ini bukan pertama kalinya Duterte mengkritik Jong-un. Pada bulan April kemarin, dia mempertanyakan kewarasan Jong-un dan mendesak Amerika Serikat menahan diri agar tidak terjadi perang nuklir.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. (REUTERS)

 

Duterte berharap Jong-un taubat dan tidak melanjutkan proyek nuklirnya. Dia juga berharap Korea Utara berhenti unjuk gigi peluncuran rudal balistik yang mengancam keamanan negara-negara di kawasan.

Aksi Korea Utara semakin memuat gemas negara-negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson akan membuka dialog dengan Korea Utara. 

Tillerson menegaskan bahwa negaranya bukanlah musuh bagi Korea Utara. "Kami bukan musuh Korea Utara. Tapi kami hanya ingin dialog untuk masa depan kita semua."

LUCY OLOAN | THE GUARDIAN | REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments