hero
Perempuan yang dijuluki janda hitam. (TELEGRAPH)

EDITOR : TITO SIANIPAR

14 Juli 2017, 09:45 WIB

JEPANG

Seorang wanita di Kyoto, Jepang, Chisako Kakehi, meracuni setidaknya empat suami dan seorang pacarnya dalam kurun 2007 hingga 2013. Suami terakhirnya dibunuh akhir tahun 2016 silam, ketika usia pernikahan mereka hanya kurang dari dua bulan.

Kakehi mengakui perbuatannya itu setelah lama membantah dan bungkam. "Saya telah membunuh suami-suami saya," kata perempuan berusia 70 tahun itu di Pengadilan Distrik Kyoto, seperti dilansir South China Morning Post, Rabu, 12 Juli 2017.

Ketika persidangan dimulai 26 Juni, Kakehi yang memiliki sebutan "Janda Hitam" diam dan memberikan kuasa pada pengacara untuk mewakili pernyataannya. Tim hukumnya mengatakan dia tidak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut karena mengalami demensia.

Salah satu suami Kakehi, Isao Kakehi, meninggal 28 Desember 2013 dalam usia 75 tahun setelah tubuhnya terpapar sianida berdosis tinggi. Kakehi mengakui dia menipu suaminya dengan memasukkan sianida ke dalam kapsul suplemen makanan.

Pengadilan Distrik Kyoto. (WIKIMEDIA)

Kakehi menjelaskan, dia membunuh suaminya agar dapat menguasai uang untuk membayar hutang. Selama suaminya hidup, Kakehi mengaku diperlakukan sangat buruk bila menyangkut masalah keuangan. "Saya tidak diberi uang setelah saya menikahinya," aku Kakehi di pengadilan.

Hasil investigasi menyebutkan, Kakehi memiliki hubungan dengan banyak pria, kebanyakan berusia tua atau sedang sakit. Dia bertemu dengan banyak pria melalui agen kencan. Dia menetapkan bahwa calon pasangannya harus kaya dan tanpa anak.

Kemudian diketahui lebih dari 10 pria yang terlibat asmara dengan Kakehi berakhir meninggal dunia. Suami keempatnya yang meninggal akhir 2016 silam, bahkan hanya menjalani pernikahan kurang dari 2 bulan. Tiga pria lainnya diracun menggunakan kapsul sianida.

Sianida kerap digunakan membunuh. (PIXABAY)

Kakehi yang juga dijuluki "perempuan beracun" mencari pasangan baru setelah meracuni suaminya yang keempat. Tapi polisi keburu menggerebek rumahnya di Kyoto dan menemukan bekas sianida di tempat sampah. 

Polisi juga menemukan perlengkapan untuk meracik obat-obatan dan buku-buku medis yang disimpan Kakehi di sebuah apartemennya di selatan Kyoto. Berdasarkan hasil penyelidikan, selain uang suaminya, Kakehi mengincar dana dari asuransi jiwa suaminya.

Jaksa mendakwa Kakehi membunuh suaminya agar menerima jaminan hidup yang jumlahnya mencapai jutaan dolar. Perempuan itu dituding telah mewarisi uang sekitar 1 miliar Yen. Kakesi membutuhkan banyak uang setelah rugi dalam perdagangan finansial.

Isao Kakehi, salah satu korban janda hitam. (APTN)

Pengadilan Pidana Jepang lama menjadi sorotan karena membiarkan kematian mencurigakan dari kekasih Kakehi. Otopsi terhadap korban pun tidak pernah dilakukan untuk mencari jejak racun sianida. Namun kali ini pengadilan berproses dan akan memanggil lebih dari 50 orang bersaksi.

SCMP | JAPAN TIMES

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments