EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 Juli 2017, 17:30 WIB

SUMATERA SELATAN, INDONESIA

Acara pernikahan biasanya menguras banyak waktu, tenaga dan pastinya biaya. Apalagi untuk pernikahan yang akan diadakan besar-besaran. Tapi calon pengantin dari Desa Sunur, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, bisa lebih rileks menyiapkan pernikahannya. Di sana, ada tradisi unik yaitu lelang makanan.

Gadis-gadis pembawa makanan untuk dilelang. (NET.CJ/Adiwinata)

 

Ada dua menu yang dilelang yaitu ayam ongkol dan kue bolu. Saat proses lelang, kedua makanan ini akan dipegang oleh gadis-gadis yang sudah ditunjuk. Mereka berbaris sambil menunggu tamu yang akan menawar kue mereka.

Suasana pernikahan di Desa Sunur, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (NET.CJ/Adiwinata)

 

Harga tawaran yang muncul bervariasi. Satu makanan lelang bisa terjual seharga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Ayam ongkol yang terbuat dari ketan dan ayam goreng memiliki harga lebih tinggi dibanding kue bolu. Nantinya, penawar dengan harga tertinggilah yang berhak membawa pulang kue pilihannya.

 

Gadis-gadis pembawa makanan untuk dilelang. (NET.CJ/Adiwinata)

Tradisi lelang kue ini bukan hanya soal uang. Melainkan bagian dari budaya gotong royong yang dilakukan turun-temurun. Kebiasaan ini juga dilakukan dengan saling berbalas.

 

Misalnya si A membeli kue si B yang sedang hajatan. Maka ketika A mengadakan acara pernikahan, maka giliran si B yang membeli kuenya. Dengan begitu, para warga bisa meringankan beban kerabatnya yang akan mengadakan pernikahan.

 

NET.CJ ADIWINATA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments