hero
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. (TELEGRAPH)

EDITOR : REZA ADITYA

5 Juli 2017, 12:15 WIB

KOREA UTARA

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mencela Amerika Serikat. Dia bahkan menyebut negeri Paman Sam itu bajingan. Pernyataannya itu diungkapkan Jong-un setelah peluncuran uji coba rudal balistik kemarin.

"Orang-orang Amerika yang bajingan, tidak akan senang dengan 'hadiah' yang dikirim pada peringatan 4 Juli," kata Jong-un melalui situs resmi berita Korea Utara dan dilansir New York Post, Rabu, 5 Juli 2017.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. (TELEGRAPH)

 

Jong-un bahkan mengancam akan mengirimkan Amerika Serikat rudal balistiknya. "Untuk memecahkan kebosanan mereka," ujar pria berusia 33 tahun itu.

Korea Utara, kata Jong-un, bangga berhasil meluncurkan peluru kendalinya. Jong-un bahkan menyebut rudal balistiknya itu bagai seorang anak laki-laki yang tampan.

Jong-un menyatakan negaranya akan terus melakukan riset dan mengembangkan teknologi persenjataannya. Khususnya mengembangkan gaman nuklir.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dikerubungi cewek di negaranya. (TELEGRAPH)

 

Dia tak terpengaruh atas desakan sejumlah negara, khususnya Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat, yang berupaya mengebiri Korea Utara terkait program pengembangan senjata nuklirnya.

"Kami tidak kan bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk menghentikan program senjata," ujar Jong-un. "Hingga Washington meninggalkan kebijakan bermusuhannya terhadap Korea Utara."

Kemarin, Korea Utara menggelar uji coba peluncuran rudal balistiknya. Peluru kendali tersebut terbang sejauh 930 kilometer sebelum akhirnya jatuh di perairan zona ekonomi eksklusif Jepang. 

Rudal balistik milik Korea Utara. (REUTERS)

 

Peluncuran rudal Negeri Juche itu membuat negara saudaranya, Korea Selatan, ketar-ketir. Tak hanya Korea Selatan, Jepang juga keki atas uji coba yang dilakukan Negeri Sosialis itu.

Musababnya, pelesatan rudal balistik Korea Utara menjelang pertemuan negara-negara G-20 di Hamburg, Jerman, pada 7 Juli 2017. Dalam pertemuan itu, para kepala negara akan membahas langkah mengendalikan proyek senjata Pyongyang.

NY POST | TELEGRAPH | KCNA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments