hero
Garam milik PT Garam disegel polisi di Gresik, Jawa Timur, Rabu lalu. (ANTARA)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

11 Juni 2017, 16:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Direktur Utama PT Garam Achmad Budiono, Sabtu lalu. Achmad lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus penyelewengan izin impor garam.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya mengatakan, Achmad mengubah izin impor garam konsumsi menjadi garam industri.

"Kami temukan fakta-faktanya, yang bersangkutan sudah dua kali mengajukan importasi garam konsumsi sejumlah 75 ribu ton," kata Agung di Mabes Polri, Jakarta, Minggu, 11 Juni 2017.

Direktur Utama PT Garam Achmad Budiono. (ptgaram.com)

Agung mengatakan, tindakan Achmad merugikan negara dengan hilangnya potensi penerimaan bea masuk impor. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 3,5 miliar.

Berdasarkan peraturan Kementerian Perdagangan, biaya masuk impor garam konsumsi sebesar 10 persen dari total biaya impor. Namun biaya masuk itu tidak dibayar PT Garam dengan mengubah menjadi impor gambar industri. Perubahan rencana impor itu disetujui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Melanggar ketentuan terkait biaya masuk yang dikenakan 10% itu tidak dibayar," jelas Agung.

Brigjen Pol Agung Setya menunjukkan garam yang dijual PT Garam di Mabes Polri. (NET/Yaksa Sembodo)

Dalam kasus ini, kata Agung, polisi akan memeriksa pejabat Kementerian Perdagangan terkait pemberian izin impor dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai pemberi rekomendasi impor.

Selain mengakali ketentuan impor, PT Garam juga menjual 1.000 ton dari 75 ribu ton garam industri sebagai garam dapur di pasaran. PT Garam juga memberikan merek cap Segi Tiga 'G' pada produknya . Tertulis 'Garam ini terbuat dari bahan baku lokal', padahal garam tersebut adalah garam impor.

Garam Segitiga 'G' yang dijual di pasaran. (NET/Mohammad Mahrus)

Sementara sisa 74 ribu ton dijual kepada 35 perusahaan garam konsumsi lokal. Harga asli garam industri yang diimpor PT Garam adalah Rp 400 per kilogram. Kepada 35 perusahaan, PT Garam menjual seharga Rp 1.200 per kg. Terdapat perbedaan harga yang merugikan konsumen.

Polisi pun akan memeriksa perusahaan yang membeli dari PT Garam. "Hari ini tim sedang bekerja di Surabaya untuk melakukan penggeledahan di PT Garam," kata Agung.

Petugas memeriksa garam yang diproduksi di pabrik PT Garam, Rabu lalu. (ANTARA)

Achmad Budiono ditangkap di rumahnya di wilayah Pondok Gede, Bekasi, pada Sabtu lalu. Achmad disangkakan pasal Undang-undang korupsi, UU pencucian uang dan UU perlindungan konsumen.

DELVIANA AZARI 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments