hero
Pelaku Bs (kaus merah) bersama keluarganya di kantor polisi. (NET/Azhar)

EDITOR : TITO SIANIPAR

9 Juni 2017, 15:05 WIB

NUSA TENGGARA BARAT, INDONESIA

Seorang guru SMP Negeri 11 Bima, Nusa Tenggara Barat Ifrin Sufran menjadi korban pengeroyokan keluarga siswa. Orang tua siswa bersama keluarganya mengamuk lantaran termakan berita bohong yang diberikan anaknya.

"Kami mengimbau kepada wali murid jangan terlalu cepat menerima laporan anaknya di sekolah karena belum tentu benar," kata Kepala Polsek Asakota, Bima, Inspektur Satu Ahmad Luthfi Hidayat, di kantornya, Jumat, 9 Juni 2017.

Insiden yang terjadi pada Kamis, 8 Juni 2017 tersebut bermula dari kedatangan Bs, siswa SMA Negeri 5 Bima ke SMPN 11. Ia hendak melihat kondisi adiknya yang bersekolah di sana karena mendapat kabar adiknya menjadi korban perkelahian.

Kedatangan Bs di saat kegiatan belajar mengajar dicegah pihak sekolah karena mengganggu aktivitas murid. Ia sempat diceramahi beberapa guru, termasuk Ifrin, dan disampaikan bahwa adiknya baik-baik saja. Diajak bicara baik-baik, pemuda 17 tahun itu malah tak terima dan mengamuk.

Jendela sekolah yang pecah. (NET/Azhar)

Bs melempar kaca jendela sekolah hingga pecah. Tak sampai situ, ia juga menelepon ayahnya dan mengabarkan bahwa dirinya dikeroyok oleh guru-guru SMPN 11. Mendapat laporan itu, ayahnya bersama beberapa kerabat mendatangi sekolah dan memulai penganiayaan.

"Sesampainya di sekolah, tanpa basa-basi, keluarga itu langsung menganiaya guru," kata Luthfi. Naas bagi Ifrin yang menjadi bulan-bulanan keluarga Bs. Ia mengalami luka memar, robek di bibir, dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Teman-teman sejawat Ifrin menyayangkan penganiayaan tersebut. "Peristiwa ini betul-betul sangat memalukan dan kami telah melimpahkan kasus ini ke ranah hukum," kata Ketua Persatuan Guru RI Kota Bima Sudirman.

Guru Ifrin dirawat di rumah sakit. (NET/Azhar)

Polisi menangkap Bs dan ayahnya untuk dimintai keterangan. Polisi berjanji akan meneruskan proses penyelidikan penganiayaan terhadap guru ini. "Nanti perkembangan kasusnya kami informasikan kembali," tandas Luthfi.

AZHAR

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments