hero
Jong Un, Jong Il, dan Il Sung dengan latar Gunung Paektu. (DAILYMAIL)

EDITOR : TITO SIANIPAR

9 Juni 2017, 04:05 WIB

KOREA UTARA

Rencana pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un untuk melangsungkan uji coba rudal nuklir bisa membahayakan situs suci Gunung Paektu. Gunung di perbatasan dengan Cina itu merupakan situs paling suci yang ada dan diakui warga Korea Utara.

"Itu akan menciptakan erupsi besar, bisa membunuh ribuan, bahkan hingga puluhan ribu orang Cina dan Korea Utara," kata Bruce Bennett, peneliti pertahanan Rand Corporation, seperti dikutip laman berita DailyMail, Kamis, 8 Juni 2017.

"Kami belum tahu apakah itu bisa menghilangkan situs itu, tapi hal itu memungkinkan. Pihak Cina selama beberapa tahun belakangan sudah khawatir bahwa tindakan Jong Un bisa menyebabkan erupsi vulkanik yang hebat," lanjut dia.

Warga mengambil gambar Gunung Paektu. (DAILYMAIL)

Seismolog Universitas Texas Stephen Grand menambahkan bahwa kemungkinan Gunung Paektu untuk menyemburkan bahan vulkanis tergantung pada lapisan atas yang rentan terhadap guncangan. "Resiko erupsi yang merusak sangat nyata," ujar Stephen.

Gunung Paektu terakhir meledak pada tahun 946 yang merupakan terbesar saat itu. Selama 15 tahun terakhir, hasil pengamatan para peneliti, gunung setinggi 2.800 meter itu menunjukkan tanda-tanda dapat mengulangi ledakan yang sama.

Monumen Samjiyon di Gunung Paektu. (DAILYMAIL)

Warga Korea Utara memberikan Gunung Paektu gelar sebagai gunung suci revolusi. Kim Jong Il, putra pendiri Korea Utara Kim Il Sung, diklaim lahir di gunung itu pada 1945 --meskipun catatan menunjukkan ia lahir di kamp penampungan di Rusia. 

Hal itu meneruskan mitologi kesucian gunung karena Kim Il Sung sendiri lahir di sebuah desa yang ada di kaki gunung tersebut. Gunung Paektu yang menjadi simbol dinasti Kim sudah menyatu dengan identitas nasional Korea Utara.

Jong Un di puncak Gunung Paektu. 2015. (REUTERS)

Kim Jong Un yang mengambil posisi ayahnya yang meninggal 2011, mencapai puncak Paektu April 2015. "Dia menyerukan perjuangan untuk negara sosialis, dan menyalakan semangat perjuangan Paektu meski dalam suasana badai salju," tulis KCNA, kantor berita resmi Korea Utara.

DAILYMAIL | KCNA | REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments