hero
Warga yang nekat mengabadikan bangkai paus meski sudah dipasang garis polisi. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

12 Mei 2017, 10:55 WIB

MALUKU, INDONESIA

Petugas TNI dan Polri melarang warga di pesisir Pantai Dusun Hulung,Kecamatan Huamual,Kabupaten Seram Barat, Maluku, berwisata di dekat bangkai paus yang mati. Larangan itu terkait bangkai yang telah membusuk.

"Iya salah satunya kami menghindari warga jangan sampai terdampak dari (bangkai) itu," kata Kepala Kepolisian Sektor Huamual Inspektur Polisi Dua Idris Mukadar, Jumat, 12 Mei 2017.

Bangkai paus di Pesisir Pantai Dusun Hulung. (NET/Bachtiar)

 

Menurut Idris, sejumlah biota laut di pesisir pantai itu, seperti teripang dan ikan kecil banyak yang mati. Penyebabnya,efek daging paus yang sudah membusuk dan mencemari perairan sekitar.

Idris khawatir masyarakat yang berwisata di sekitar bangkai paus akan terserang penyakit. Apalagi, bau busuk dari ikan berdarah dingin itu mulai menyengat.

Warga di pesisir Pantai Dusun Hulung, Kecamatan Huamual, dihebohkan dengan munculnya bangkai hewan raksasa yang terdampar. Spekulasi bermunculan dan mereka menganggap hewan itu adalah cumi-cumi yang mati.

Sejumlah warga mengabadikan bangkai paus. (NET/Bachtiar)

 

Namun Petugas Balai Konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seriam Barat memastikan bangkai hewan itu adalah seekor ikan paus. Hewan itu diperkirakan sudah mati selama sepekan.

Melihat adanya keanehan itu, warga setempat memanfaatkan momen dengan melakukan swafoto. Mereka bahkan rela berdiri di atas bangkai busuk tanpa mempedulikan bau menyengat.

Aparat kemudian langsung bertindak dengan memasang garis polisi di sekitar. Tujuannya, menghindari warga melakukan tamasya demi alasan kesehatan.

BACHTIAR HUAMUAL

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments