hero
Tim AS Monaco yang diisi darah muda. (TWITTER/asmonaco)

EDITOR : TITO SIANIPAR

3 Mei 2017, 18:10 WIB

PRANCIS

Laga dua tim beda usia tersaji di semifinal Liga Champions antara Juventus dan AS Monaco pada Kamis, 3 Mei 2017 dini hari. Si Nyonya Tua --julukan Juventus mengaku khawatir dengan skuat muda lawannya yang dinilai bisa merepotkan.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menilai skuad muda nan enerjik asuhan Pelatih Leonardo Jardim itu berpotensi menghadirkan petaka jika Juventus. Apalagi laga akan berlangsung di kandang Monaco, Stade Louis II.

"Monaco punya teknik dan taktik permainan yang berkualitas. Sejarah mereka di Liga Champions memang belum sehebat Juventus, namun itu bukan berarti langkah kami akan mudah untuk mencapai final," ujar Allegri. "Kami tahu bahwa kami akan melewati dua pertandingan semifinal yang ketat."

Pelatih Allegri dan kiper kawakan Buffon. (TWITTER/juventusfc)

Dari segi usia, laga antara Juventus dan Monaco memang bak pertarungan kakak adik atau bahkan bapak dan anak. Monaco dimotori sejumlah pemain muda seperti Kylian Mbappe yang masih berusia 18 tahun. Juga ada Thomas Lemar dan Bernardo Silva yang berusia masing-masing 21 dan 22 tahun. 

Monaco memiliki rata-rata pemain inti di usia masa keemasan, yakni 26 tahun. Sementara Juventus, pemain termuda yang dimiliki Alegri di skuadnya hanyalah Paulo Dybala yang berusia 23 tahun. Selebihnya, rata-rata usia pemain inti Juventus berada di angka 30 tahun.

Ujung tombak muda andalam Monaco Mbappe. (REUTERS)

Allegri paham betul betapa berbahayanya para pemain muda Monaco. Buktinya, mereka menjadi salah satu tim paling produktif di Liga Champions musim ini dengan torehan 21 gol dari 10 laga. Bandingkan dengan Juventus yang baru mencetak 17 gol.

Namun darah muda AS Monaco tak melulu adalah keuntungan. Mereka biasanya kerap terlalu agresif dan melupakan lini pertahanan. Di antara para semifinalis, AS Monaco adalah tim yang paling rapuh pertahanannya. Gawang Danijel Subasic telah kebobolan 16 gol musim ini. 

Pemain Monaco latihan jelang lawan Juventus. (TWITTER/asmonaco)

Pelatih AS Monaco Leonardo Jardim paham betul kelemahan timnya dan kekuatan lawannya."Kami harus memperhatikan sisi transisi, baik saat bertahan maupun menyerang. Ketika mereka sudah bisa mengorganisasi lapangan, sangat sulit mencetak gol," kata Leonardo.

UEFA | SKYSPORT | REUTERS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments