hero
Ilustrasi gadget dan pesawat. (NET.Z/Wisnu Adi)

EDITOR : REZA ADITYA

22 Maret 2017, 13:50 WIB

AMERIKA SERIKAT

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengeluarkan aturan baru terkait proteksi dari serangan teroris. Mereka melarang penumpang maskapai penerbangan asing dari negara tertentu membawa peranti elektronik di dalam kabin.

"Khususnya gadget yang lebih besar daripada telepon seluler, seperti laptop dan tablet," demikian pernyataan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS seperti dilansir Reuters, Rabu, 22 Maret 2017. "Aturan ini menanggapi ancaman terorisme.

Beleid baru itu diterapkan pada Selasa, 21 Maret 2017 kemarin. Melalui keterangannya, seorang pejabat pertahanan Negeri Paman Sam mengatakan kebijakan itu muncul atas pengalaman dari ancaman teroris sebelumnya.

Seorang penumpang yang melewati pemeriksaan di Bandara Internasional JFK, Amerika Serikat. (REUTERS)

 

Aturan itu berdampak terhadap belasan maskapai asing dan juga mempengaruhi 10 bandara di delapan negara kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Sayangnya, pemerintah Abang Sam emoh memberi informasi negara mana saja yang dimaksud.

Untuk maskapai asal Amerika Serikat, larangan membawa gadget itu tidak berlaku. "Penumpang tetap dibolehkan membawa laptop, kamera dan DVD portabel, di dalam kabin setelah melawati pemeriksan.

Petinggi militer AS yang namanya enggan disebut menyatakan larangan ini awalnya dikhususkan untuk maskapai yang memiliki koneksi dengan jaringan Al Qaeda di Semenanjung Arab. Laporan intelijen AS menyebut ada rencana melancarkan serangan teror dengan menjatuhkan pesawat.

Tak lama setelah AS menerapkan larangan membawa gadget dalam maskapai asing, Pemerintah Kerajaan Inggris juga menerapkan hal yang sama.  

Petugas pemeriksa di Bandara Internasional Los Angeles. (REUTERS)

 

Juru Bicara Downing Street, Istana Perdana Menteri Inggris, menyatakan maskapai asing dari Turki, Lebanon, Yordania, Mesir, Tunisia, dan Arab Saudi, dilarang membawa laptop dan peralatan elektronik sejenis, kecuali ponsel, di dalam kabin.

Namun, mereka tetap mengizinkan penumpang membawa laptop dan barang sejenis di bagasi setelah melewati pemeriksaan ketat. Beberapa maskapai yang menjadi target adalah Royal Jordanian, EgyptAir, Turkish Airlines, Saudi Arabian Airlines, Kuwait Airways.

Kemudian Royal Air Maroc, Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways. Kedua negara itu menganggap peranti elektronik seperti laptop bisa mengendalikan serangan teror dengan mempengaruhi navigasi pesawat.

REUTERS | BBC

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments