hero
Jaksa penuntut umum KPK membawa tumpukan berkas perkara korupsi e-KTP. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

16 Maret 2017, 11:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menggelar sidang kedua dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sebanyak delapan saksi dihadirkan dalam sidang ini. Salah satunya adalah mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

"Saksi hari ini kebanyakan dari pihak kementerian terkait," kata jaksa penuntut umum Irene Putri, di Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017. 

Tujuh saksi selain Gamawan itu adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni, bekas Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Rasyid Saleh.

Kemudian ada Direktur Fasilitas Dana Perimbangan Direktorat Jenderal Keuangan Kemendagri Elvius Dailami, serta Sekrtaris Jenderal Kemendagri Yuswandi Temenggung.

Bekas Menteri Dalam Negeri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Pengadilan Tipikor. (NET/Enda)

 

Selain itu, jaksa juga menghadirkan saksi mantan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Chairuman Harahap. Dari pihak pengusaha, ada Direktur Utama PT Karsa Wira Utama Winata Cahyadi.

Dan terakhir, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Saat proyek pengadaan e-KTP pada tahun 2011-2012, Agus menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Irene mengatakan sidang kali ini akan diulas mekanisme penganggaran proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. "Kami mulai dari perencanaan dan penganggaran, supaya urutanny jelas," ujar dia.

Sidang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tadi. Gamawan Fauzi terlihat sudah hadir di Pengadilan Tipikor. Dia membawa bundelan dokumen dan siap menjelaskan di hadapan majelis. 

Gamawan membantah terima duit senilai US$ 4,5 juta dan Rp 50 juta dari Andi Narogong, pengusaha penggarap e-KTP agar proyeknya terus berjalan. Dia bahkan mengaku tidak kenal dengan Andi.

"Ya nggak bener sama sekali, kita lihat saja," uja dia. "Jadi yang penting jangan buat fitnah dan jangan saling menzalimi. Biar proses peradilan kita hormati."

Nama Gamawan disebut dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Selain Gamawan, sejumlah nama penggede lain juga disebut terima duit bancakan dari proyek e-KTP.

MAYFREE SYARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments