hero
Ilustrasi telepon genggam meledak (THEAMERICANGENIUS)

EDITOR : OCTOBRYAN

9 Maret 2017, 07:30 WIB

ARAB SAUDI

Telepon genggam milik Ethan Hunt tiba-tiba berbunyi, dalam pesan singkat, ia kemudian mendapat perintah untuk menyelesaikan sebuah misi. Lima detik kemudian, perangkat komunikasi yang berisi data rahasia itu hancur dengan sendirinya.

Kini imaji sebuah ponsel bisa hancur sendiri seperti adegan film Mission Imposible yang dibintangi Tom Cruise itu bukan khayalan belaka. 

Adegan penghancuran pesan dalam film Mission Imposible. (Youtube Mission Imposible)

Pasalnya, peneliti King Abdullah University of Science and Technology Arab Saudi kini menemukan metode baru untuk merusak ponsel dengan sengaja. 

"Calon pelanggan butuh proteksi data ketika teleponnya dicuri," ujar Muhammad Mustapha Hussain, salah satu peneliti, seperti dikutip dari ZD NET, Senin, 6 Maret 2017.

King Abdullah University of Science and Technology. (BBC)

Teknologi "self-destruct" yang dikembangkan ini menggunakan sebuah lapisan polimer khusus yang bisa memuai tujuh kali lebih cepat dari ukuran normal. 

Pemanasan polimer memanfaatkan baterai ponsel, lanjut Muhammad, kemudian disalurkan untuk menghancurkan 'otak' ponsel.

"Polimer yang memuai tadi akan terus mengembang dan mendesak 'otak' ponsel hingga hancur,” kata Muhammad. "Itu bisa dikendalikan melalui sebuah alat kendali."

Ilustrasi ponsel terbakar.

Tidak hanya menggunakan remote, pemilik bisa menghancurkan ponselnya sendiri dengan menyampaikan kata sandi lewat aplikasi khusus saat benda itu tidak ia kuasai.

Meski terdengar canggih, tim peneliti KAUST masih mencari cara untuk tidak hanya meledakkan 'otak' ponsel, tapi juga seluruh komponen termasuk ruang penyimpanan data.

Ilustrasi ponsel terbakar.

Untuk sementara waktu, teknologi meledak otomatis ini masih di tahap pengujian dan prototype dalam laboratorium KAUST.

Fitur meledak sendiri ini dinilai akan menjadi sangat penting bagi mereka yang bekerja di lingkungan keamanan data.

“Pelanggan akan datang dari mereka yang butuh perlindungan data seperti intelijen, korporasi, bank, hingga kolektor,” tukas Muhammad.

ZD NET

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments