hero
Raja Salman di Malaysia, 26 Februari 2017. (TWITTER/MY_Airports)

EDITOR : TITO SIANIPAR

28 Februari 2017, 17:10 WIB

INDONESIA

Bom yang meledak di Bandung dua hari menjelang kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud, tak membuat Arab khawatir. Justru penanganan polisi dan Densus 88 dapat pujian.

"Saya mengakui kemampuan keamanan Indoensia. Kepercayaan saya akan keamanan Indonesia makin bertambah dengan kejadian baru ini," kata Duta Besar Arab untuk Indonesia Osama bin Mohammed Al Shuaibi di Jakarta, 27 Februari 2017 malam.

Sebuah bom panci meledak pada Senin, 27 Februari 2017 pagi di Taman Pandawa, Cicendo, Bandung. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Yayat Cahdiyat, kemudian berlari dan bersembunyi di dalam Kantor Kelurahan Arjuna.

Berselang hitungan jam, polisi berhasil mengatasi situasi. Yayat yang sempat memberikan perlawanan ketika dikepung, akhirnya diringkus dan tewas akibat peluru yang menembus tubuhnya.

Polisi menangani teror bom di Bandung. (NET/Anggi)

Duta besar Osama mengapresiasi kerja aparat menangani teror tersebut. "Aksi teror itu bisa dilupakan dalam waktu dua jam. Saya sangat mengapresiasi kerja dari Densus 88," kata Osama.

Raja Salman akan tiba di Jakarta pada Rabu, 1 Maret 2017. Ia akan berada di Jakarta hingga 3 Maret 2017. Selanjutnya Raja Salman bersama rombongan lebih dari 1.000 orang akan liburan di Bali hingga 9 Maret 2017.

Duta Besar Osama bin Mohammed Al Shuaibi. (ANTARA)

Terlepas aksi teror tersebut, aparat keamanan Indonesia mempersiapkan segalanya terkait kedatangan Raja Salman. "Kami sering melakukan pengamanan VVIP," kata Panglima Daerah Militer Udayana Mayor Jenderal Kustanto Widiatmoko.

Selain Bali dan Jakarta, pengamanan ekstra juga dipersiapkan di Bogor di mana Raja Salman akan berkunjung ke Istana Bogor. Lebih dari 2.000 personel dipersiapkan di Bogor.

Apel pengamanan di Bogor. (NET/Dedi)

Apel akbar pasukan dipimpin langsung Panglima Daerah Militer Siliwangi Mayor Jenderal Herindra pada Selasa, 28 Februari 2017 pagi. Pengamanan melibatkan juga kendaraan taktis dan rencana sterilisasi sekitar Istana Bogor.

DELVIANA AZARI | SURYA SANJAYA | DEDI JUMHANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments