hero
Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang ke-10, Senin, 13 Februari 2017. (NET/Aditya)

EDITOR : OCTOBRYAN

13 Februari 2017, 10:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin, 13 Februari 2017.

Pada sidang ke-10 ini, jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi, salah satunya yaitu Muhammad Amin Suma. Ia merupakan ahli agama Islam, yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari Majelis Ulama Indonesia tanggal 8 November 2016. 

Basuki Tjahaja Purnama masuki ruang sidang. (NET/Aditya)

Salah satu kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudiarta menyatakan keberatan atas saksi yang diajukan jaksa penuntut umum. Menurutnya, Amin Suma diragukan netralitasnya karena berasal MUI. 

"Kami meragukan independensinya sebagai saksi, karena beliau dari MUI yang mengeluarkan produk hukum tersebut," ujar Sudiarta sebelum persidangan dimulai, Senin, 13 Februari 2017.

I Wayan Sudiarta, kuasa hukum Ahok keberatan atas saksi yang dihadirkan jaksa. (NET/Aditya)

Keberatan terhadap saksi ini terjadi kedua kalinya. Pada persidangan sebelumnya, kuasa hukum Ahok menolak memberikan pertanyaan kepada Hamdan Rasyid yang berasal dari Komisi fatwa MUI.

Tidak hanya Amin Suma, jaksa juga menghadirkan 2 ahli hukum pidana bernama Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan. Selain itu akan hadir pula ahli Bahasa Indonesia Mahyuni.

BACA JUGA:
Menanti Putusan Sela Sidang Ahok
Ahok Minta Maaf ke Ma'ruf Amin
Semua Bantah Ada Penyadapan SBY
Istana Bantah Sadap SBY

Sementara itu, arus lalu lintas di depan Gedung Kementerian Pertanian Jakarta tepatnya di Jalan RM Harsono yang mengarah ke Ragunan sudah ditutup pihak kepolisian baik jalur umum maupun jalur Bus Transjakarta.

Ahok diduga melakukan penodaan agama atas pidatonya yang nenyinggung Surat Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka pada 27 September 2016. Atas kasus ini, Ahok didakwa Pasal 156 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

BERTIN AKBARISA | ADITYA MUSTAQIM

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments