hero
Koordinator JPPR menunjukkan alat bukti pelanggaran. (NET/Andri)

EDITOR : TITO SIANIPAR

13 Februari 2017, 20:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan pelanggaran pada masa tenang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Dugaan pelanggaran itu dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu.

JPPR menemukan dua jenis pelanggaran pada masa tenang, yakni pertama atribut atau alat peraga kampanye yang masih terpasang. "Padahal undang-undang menyebut harus bersih," kata Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017. 

Untuk pasangan nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni ditemukan di beberapa titik. Yakni Mandor Item, Sunter Jaya, Kayu Manis, Matraman Timur, dan Kramat Raya.

Alat peraga pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat ada di Menteng, Jakarta Pusat. Sementara pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di BKT, Duren Sawit, Matraman, dan Kemayoran.

Atribut kampanye di masa tenang, Minggu, 12 Februari 2017. (ANTARA)

Kedua, yang lebih penting adalah temuan adanya politik uang. "Ada dokumen yang mempengaruhi pemilih. Merayu pemilih dengan uang ataupun barang dari ketiga pasangan calon," kata Hafidz.

Pasangan nomor satu berupa kartu yang tertulis memilih pasangan nomor satu, akan dipermudah mendapatkan dana bergulir Rp 50 juta. "Syaratnya memilih dan hadir di TPS," ujarnya.

Untuk pasangan nomor dua ada temuan selebaran pasar murah dan warga diminta membawa KTP sebagai bukti. "Barang murah berupa sembako senilai Rp 20 ribu," rinci Hafidz.

JPPR di Kantor Bawaslu Jakarta. (NET)

Sementara pasangan nomor tiga ditemukan adanya brosur pendaftaran relawan dengan imbalan minyak gratis. "Ada tulisan berapa banyak anggota keluarga yang memilih tercantum di kupon," kata dia.

Hasil temuan JPPR itu diperoleh di masa tenang pemilihan gubernur DKI oleh sekitar 108 relawan. "Baik asli atau tidak, punya implikasi hukum karena ada unsur politik uang," kata Hafidz.

Koordinator Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Jakarta Muhammad Jufri mengatakan akan memproses laporan JPPR. "Kami akan menindaklanjuti dalam jangka waktu lima hari," kata Jufri.

Bukti yang diserahkan ke Bawaslu. (NET)

Laporan tersebut, lanjut Jufri, harus diperkuat dengan bukti dan klarifikasi dari masing-masing kandidat atau timnya. "Kami akan mengundang mereka menyampaikan konfirmasi," ujar Jufri.

ANDRI PRASETYO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments