hero
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (UN)

EDITOR : REZA ADITYA

2 Februari 2017, 21:10 WIB

AMERIKA SERIKAT

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa Antonio Guterres mengecam kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Dia mendesak Trump untuk mencabut kebijakan yang dianggap diskriminatif itu.

"Saya pikir itu bukanlah suatu kebijakan yang bagus untuk melindungi Amerika Serikat," kata Guterres, seperti dilansir Reuters, Kamis, 2 Februari 2017. "Mereka harus menghapus aturan itu sebelum berdampak di kemudian harinya."

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyaksikan pengambilan sumpah Menteri Pertahanan James Mattis di Pentagon, Washington, Jumat, 27 Januari 2017. (REUTERS)

 

Guterres menilai larangan imigrasi yang diterapkan Trump di negaranya justru akan menguntungkan organisasi teroris internasional. Trump dianggap salah langkah dan semakin memperkeruh keadaan.

"Jika organisasi teroris mencoba menyerang negara seperti Amerika Serikat, mereka mungkin tidak akan menyuruh anggota komplotannya masuk dengan paspor baru," ujar dia. "Tapi akan memanfaatkan orang yang pernah tinggal lama di negara itu."

Sebelumnya, Trump meneken peraturan eksekutif pada 27 Januari 2017 kemarin. Isi beleid itu adalah melarang warga dari tujuh negara Muslim: Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman masuk ke Amerika selama 90 hari ke depan.

Warga memprotes larangan perngungsian oleh Presiden Donald Trump di New York. (REUTERS)

 

Aturan itu juga membekukan seluruh program pengungsi Suriah. Adapun terkait rencana masuknya 50 ribu pengungsi yang dimulai pada Oktober 2016 sampai September 2017 dihentikan politikus Partai Republik itu.

Guterres melihat kebijakan Trump ini tidak masuk akal. Menurut dia, pergerakan manusia dari satu negara ke negara lain adalah suatu keniscayaan.

Itu artinya, perpindahan tersebut tak dapat dibendung dengan alasan apapun. Apalagi, terkait pengungsi Suriah yang kini sedang mencari keadilan dan harapan hidup baru. 

REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments