hero

EDITOR : OCTOBRYAN

31 Januari 2017, 14:25 WIB

RIAU, INDONESIA

Kepolisian Resort Kota Pekan Baru akhirnya menetapkan Lili Rahmawati sebagai tersangka atas kasus kematian Muhammad Zikli, bayi berusia 18 bulan di Panti Asuhan Tunas Bangsa, pekan lalu.

Kasubdit Perlindungan Anak dan Perempuan Polresta Pekan Baru Inspektur Dua Mimi Wira Swarta mengatakan, Lili yang merupakan pemilik dan ketua Yayasan Tunas Bangsa terbukti menganiaya Zikli hingga tewas.

Petugas memeriksa tersangka kekerasan anak. (NET/Oki)

"Dari hasil pemeriksaan selama 13 jam kemarin, akhirnya Lili kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Mimi, di Mapolresta Pekan Baru, Riau, Selasa, 31 Januari 2017.

Mimi melanjutkan, berdasarkan otopsi yang dilakukan, pihaknya menemukan bekas luka lebam yang diduga sebagai pukulan benda tumpul. Selain itu juga ditemukan tanda-tanda kekerasan lain seperti luka lecet di bagian pelipis, perut, pipi, dan punggung korban.

Salah satu bangunan di panti asuhan Yayasan Tunas Bangsa. (NET/Oki)

"Kekerasan fisik ya ada. Kalau anak itu tidak mau makan, Lili pasti memukul," terang Mimi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Propinsi Riau Syafrudin mengatakan, Yayasan yang berdiri sejak tahun 2008 lalu telah mengantongi izin dari Kementerian Hukum dan Ham namun telah habis masa berlakunya sejak 2011 silam.

Kondisi ruangan di Panti Asuhan. (NET/Oki)

"Kami sudah proses hal itu, saya sudah laporkan kepada kementerian terkait," ujar Syafrudin.

Pihak yayasan, lanjut Syafrudin, pernah mengajukan perpanjangan izin. Namun upaya itu ditolak lantaran yayasan tersebut tidak memenuhi persyaratan.

Garis polisi di panti asuhan. (NET/Oki)

"Indikasi-indikasi pelanggaran seperti pengelolaan dana yayasan yang tidak transparan, sekarang ternyata ada kasus ini," tambahnya.

Terungkapnya peristiwa ini, berawal saat paman korban bernama Dwiyatmoko mendapat kabar dari pihak panti asuhan yang menyebutkan jika ponakannya yang dititipkan di panti asuhan telah meninggal dunia di RSUD Arifin Ahmad akibat demam tinggi.

Masa izin Yayasan Tunas Bangsa sudah tidak berlaku sejak 2011. (NET/Oki) 

Sang paman yang mendapat kabar tersebut, lalu bergegas mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi keponakannya tersebut.

Namun, betapa kagetnya Dwiyatmoko saat melihat kondisi keponakannya. Ia melihat sekujur tubuh keponakannya ditemukan ada banyak bekas luka, di punggung, bibir, kaki serta tangan.

OKI SULISTIO

BACA JUGA:
Full Day School? Mau Sekolah Aja Susah!
Bayi Ini Ikut Ibunya Tidur di Penjara
Amat Si Anak Bajaj, Mau Jadi Pilot
Cara Absurd Orang Tua Menghukum Anaknya

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments