hero
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menandatangani perintah eksekutif. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Januari 2017, 13:40 WIB

INDONESIA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif berisi penangguhan penerimaan pengungsi dan pengawasan ketat bagi warga dari sejumlah negara Muslim.

Keputusan tersebut juga membuat pemeluk Islam yang tinggal di Negeri Paman Sam itu ikut merasa cemas, termasuk Warga Negara Indonesia.

Imam Muhammad Ali Elahi protes kebijakan Trump di Michigan. (ANTARA)

Meski tidak termasuk dalam daftar tujuh negara tersebut, namun Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Meutya Hafid mempunyai pandangan berbeda. 

Menurutnya, ada kekhawatiran Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam menjadi salah satu negara yang ‘diawasi’. Ia meminta Kemenlu segera memastikan hal itu kepada AS.

"Saya rasa Kemenlu harus menanyakan langsung kepada Dubes AS di Indonesia, bagaimana sebetulnya sikap resmi terhadap Indonesia," ujar Meutya di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 30 Januari 2017.

sejumlah warga melakukan protes kebijakan Donald Trump di Bandara JFK New York. (REUTERS)

Meski demikian, ia menilai Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri sudah cukup proaktif dalam menyikapi kebijakan imigrasi yang dikeluarkan Donald Trump, yaitu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI yang ada di Amerika Serikat.

"Kemarin sudah cukup antisipatif karena langsung memberikan langkah koodinasi kepada WNI yang ada disana," tuturnya.

Demonstran meminta Trump hentikan kebijakan anti imigran Muslim. (REUTERS)

Meutya memastikan, pihaknya akan terus meminta tiap perkembangan politik di Amerika Serikat kepada Kemenlu. 

Kebijakan Trump, kata Meutya, jelas akan mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara. Karenanya, ia mengingatkan pemerintah untuk cermat dalam menyikapi kebijakan baru AS tersebut. 

"Era globalisasi saat ini, kebijakan tiap negara pasti sangat berhubungan dengan negara lain," pungkasnya.

BACA JUGA:
Trump Merubah Kebijakan Imigrasi, Kedubes RI Keluarkan Himbauan
Imigran Ditolak Masuk AS, Warga Demo Trump
Trump Teken Pembangunan Tembok Meksiko
Surat Bocah Suriah untuk Trump

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan penangguhan penerimaan pengungsi dan pengawasan ketat bagi warga dari sejumlah negara Muslim. Pelarangan itu dilakukan Trump untuk menjaga AS dari kelompok Islam radikal.

Tujuh negara yang dicekal Trump adalah negara-negara mayoritas islam yang dianggap  memiliki hubungan dengan organisasi teroris diantaranya Iran, Sudan dan Suriah.

Sementara Irak, Somalia, Libya, dan Yaman digolongkan sebagai negara yang dianggap surga bagi para teroris untuk melakukan doktrin, hingga perekrutan.

DEVY ASHARI | GALUH DANARHADI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments