hero
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum jalani pemeriksaan di KPK. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

10 Januari 2017, 23:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik periode 2011-2012.

Anas yang notabene sebagai terpidana korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana kompleks olahraga di Hambalang, Jawa Barat, diduga mengetahui banyak informasi dalam kasus tersebut lantaran saat proyek itu bergulir ia menjabat sebagai ketua fraksi Partai Demokrat.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berjalan menuju gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta. (ANTARA)

"Untuk kepentingan pemeriksaan, Anas Urbaningrum akan kami titipkan ke Rutan Guntur selama empat hari, ia diperiksa sebagai mantan anggota DPR saat menjadi ketua fraksi," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa, 10 Januari 2017.

Anas yang menggunakan topi coklat dan masker itu dikonfirmasi berbagai hal oleh penyidik. Namun ia mengaku banyak lupa soal bagaimana awal mula proyek tersebut digulirkan.

Anas urbaningrum usai diperiksa KPK. (NET/Ari)

"Hal-hal yang dikonfirmasi itu yang saya tidak tahu. Saya jelaskan bahwa saya tidak tahu," ujarnya usai pemeriksaan selama 5 jam.

Ia juga membantah soal tudingan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarrudin kepada dirinya yang disebut menikmati 'uang panas' proyek bernilai Rp 6 triliun tersebut. Ia menantang balik mantan koleganya itu untuk membuktikan ucapannya.

"Kalau itu jelas tidak benar toh, kalau keterangan dia sangat jauh, tidak bisa dipercaya gitu lah," tambahnya.

Muhammad Nazaruddin dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (NET)

Lembaga anti rasuah juga membutuhkan keterangan lain dari Nazaruddin untuk dikonfrontir dengan kesaksian Anas urbaningrum. Namun, Nazaruddin tidak bisa memenuhi panggilan KPK hari ini.

"Keterangan Nazaruddin sebenarnya kami butuhkan hari ini, tapi kami belum bisa lakukan pemeriksaan karena sakit," kata Febri.

Adapun saksi lain yang dipanggil ialah Ketua DPR Setya Novanto. Ini merupakan pemeriksaan kedua terhadap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Ketua DPR Setya Novanto jalani pemeriksaan untuk kedua kali di KPK. (ANTARA)

"Hanya klarifikasi yang berkaitan saya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR dulu," kata Setya usai diperiksa sekitar 4 jam.

Anas dan Setya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto, Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri. 

Selain Sugiharto, dalam kasus ini, KPK juga menetapkan satu tersangka lain. Yakni Irman yang kala itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil.

BACA JUGA:
Lagi, Setya Novanto Diperiksa KPK
KPK Periksa Gubernur Bank Indonesia Soal Korupsi E-KTP
KPK Dalami Peran Panitia Proyek Korupsi E-KTP
Ombudsman Temukan Carut Marut Masalah E-KTP Di Tanggerang

Keduanya disangka KPK menyalahgunakan wewenang sehingga merugikan keuangan negara dari proyek e-KTP senilai Rp 6 triliun ini. Irman sebagai kuasa pengguna anggaran, sementara Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen.

Dalam kasus ini KPK juga pernah memanggil beberapa tokoh dan pejabat publik lainnya. Mereka antara lain eks Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, eks Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, kerugian negara akibat kasus korupsi KTP elektronik itu adalah Rp 2,3 triliun karena penggelembungan harga dari total nilai anggaran sebesar Rp 6 triliun.

NIKEN SASI | ARI PRIAMBODO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% (total_main_comment < 1 ? 'No' : total_main_comment) + (total_main_comment < 2 ? ' Comment':' Comments') %>
<% latestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (latestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (latestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...
View More Comments
<% oldestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (oldestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (oldestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...