hero
Terdakwa Hadi Sunarto mendengarkan dakwaan jaksa di Pengadilan Negeri Surabaya. (NET/Yudha)

EDITOR : OCTOBRYAN

5 Januari 2017, 23:40 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perdana terhadap terdakwa Hadi Sunarto alias Yoyok. Pria 47 tahun itu merupakan narapidana yang mengendalikan peredaran narkotika jenis shabu dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Gusti Putu Karimawan, terdakwa merupakan bos besar peredaran narkotika yang dijalankan oleh mantan anggota polisi Polres Sidoarjo Aiptu Abdul Latif melalui perantara Tri Diah Torrisiah alias Susi.

Terdakwa Hadi Sunarto menjalani sidang dakwaan di PN Surabaya. (NET/Yudha)

Kasus tersebut, kata Putu, berawal dari tertangkapnya Indri Rachmawati di Kawasan Sedati, Sidoarjo, karena kedapatan membawa lima paket shabu-shabu dan 22 butir pil ekstasi. Polisi kemudian menggeledah kontrakannya dan menangkap terdakwa Aiptu Abdul Latif yang merupakan suami sirinya.

Di kontrakan itu pula polisi kemudian mendapatkan shabu-shabu seberat 22 kilogram, sisa dari 50 kilogram shabu yang diedarkan sebelumnya. Polisi yang mengembangkan kasus ini kemudian mendapati nama Tri Diah Torrisiah alias Susi, penghuni Rumah Tahanan Madaeng. 

Terdakwa Hadi Sunarto adalah terpidana kasus narkotika yang ditangani BNN. (NET/Yudha)

"Susi adalah penghubung antara Latif dan Yoyok," ujar jaksa Karmawan, Kamis, 5 Januari 2016.

Yoyok merupakan terdakwa terakhir dalam jaringan ini. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap tiga terdakwa lainnya. Namun ketiganya masih berupaya melakukan banding ke tingkat pengadilan tinggi.

Terdakwa Hadi Sunarto berdiskusi dengan kuasa hukum usai jaksa membacakan dakwaan. (NET/Yudha) 

"Kepada terdakwa Yoyok, sesuai perbuatannya kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati," tambahnya.

Terdakwa Yoyok yang duduk di kursi pesakitan persidangan itu kemudian membantah dakwaan yang dibacakan jaksa. Bahkan, ia menyatakan akan mencabut seluruh keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang dibuat di Polrestabes Surabaya.

Terdakwa Hadi Sunarto terancam hukuman mati. (NET/Yudha)

"Saya tidak tahu menahu mengenai kasus narkoba ini, saya tidak kenal semua terdakwa itu, ada salah," ujarnya usai persidangan.

Nama Yoyok mencuat, setelah disebut oleh ketiga terpidana mati Abdul Latif, Susi, maupun Indri dalam persidangan sebelumnya. 

Yoyok sendiri sebelumnya merupakan terpidana oleh Badan Narkotika Nasional, ia diketahui mampu memasarkan sekitar 10 kilogram sabu dalam sehari yang ditaksir seharga miliaran.  BNN memperkirakan Yoyok telah menjalani bisnisnya di dalam penjara selama setahun. 

BACA JUGA:
Kejahatan Narkotika Meningkat di Tahun 2016
Di Amerika Heroin Lebih Mematikan daripada Senjata Api
Polisi Tangkap Petani Ganja Bersenjata Api
Kejaksaan Hanya Eksekusi Empat Terpidana Mati Kasus Narkoba

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari tertangkapnya beberapa sipir Lapas Nusakambangan yang kedapatan mengkonsumsi shabu berdasarkan hasil tes urine.

Dari penelusuran BNN, Uang hasil transaksi narkotika Yoyok mengalir kepada Kalapas Nusa Kambangan saat itu, Marwan Adli. Yoyok saat itu tengah menjalani vonis 20 tahun penjara. Atas kasus yang sama dari pengungkapan BNN, Februari 2011 lalu, pengadilan menambahkan vonis hukuman Yoyok selama 13 tahun penjara.

Seperti tidak pernah jera, November 2012 Yoyok kembali ditangkap BNN karena keterlibatan kasus narkotika. Penangkapan Yoyok saat itu adalah ketiga kalinya.

YUDHA WARDANA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments