hero
(Pixabay)

EDITOR : REZA ADITYA

3 Januari 2017, 13:25 WIB

INDONESIA

Polisi menetapkan nahkoda kapal motor Zahro Express, Mohamad Nali, sebagai tersangka. Nali dianggap lalai dalam menjalankan kapal yang mengakibatkan terbakarnya mesin dan menewaskan puluhan penumpang.

"Setelah melakukan pemeriksaan kami menetapkan nahkoda sebagai tersangka dalam kasus ini," kata Direktur Polisi Air Polda Metro Jaya Komisaris Besar Hero Hendrianto Bachtiar, kepada NET.Z, Selasa, 3 Januari 2017.

Kapal Zahro Express yang terbakar. (NET/Andri)

Hero mengatakan institusinya menjerat Heri dengan sangkaan sesuai pada Pasal 302 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. "Nahkoda melayarkan kapal yang tidak layak melaut sehingga menyebabkan kematian," ujar dia.

Adapun ancaman hukuman dalam pasal itu adalah 10 tahun kurungan penjara.  Selain itu, polisi juga menjerat Nali dengan Pasal 263 KUHP. Alasannya, nahkoda berusia 51 tahun itu menggunakan dokumen palsu untuk berlayar.

"Karena sesuai manifes kapal muatannya hanya 100 orang, tapi ketika di lapangan jumlah penumpangnya lebih dari 100 orang," ujar Hero. "Dan kapal tetap diberangkatkan."

Terbakarnya Kapal Motor Zahro Express. (NET/Andri)

 

Hero juga mengatakan penyidik sudah memerika sejumlah saksi dalam kasus ini. Saat diperiksa, Nali didampingi oleh pengacaranya. Kini polisi menahan nali di sel tahanan Direktorat Polisi Air di Tanjung Priok, Jakarta utara.

OCTOBRYAN PURWO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments