hero
Bank Indonesia terbitkan uang Rupiah edisi baru. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

28 Desember 2016, 22:30 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Bank Indonesia melaporkan akun media sosial facebook ke Badan Reserse Mabes Polri, Rabu, 28 Desember 2016. Lembaga keuangan negara itu menilai, akun tersebut menyebarkan isu tidak benar terkait pembuatan uang Rupiah baru yang dicetak di luar Perum Percetakan Uang Republik Indonesia.

"Isu yang beredar bahwa Bank Indonesia mencetak uang Rupiah baru di PT Pura Barutama adalah tidak benar," ujar Direktur Bidang Komunikasi Bank Indonesia, Aronas Hutabarat, di Bareskrim, Rabu, 28 Desember 2016.

Direktur Bidang Komunikasi Bank Indonesia Aronas Hutabarat. (NET/Andry)

Aronas menjelaskan, tuduhan yang disampaikan itu terkesan membuat pihaknya tidak menjalankan amanat UU Nomor 17 Tahun 2011 mengenai Mata Uang yang menyatakan pencetakan uang Rupiah harus dilakukan di dalam negeri dengan yang sudah ditentukan yaitu PERURI.

"Kami anggap hal itu sudah masuk ranah pidana," tambahnya.

Bank Indonesia laporkan akun medsos ke Bareskrim. (NET/Andry)

Meski enggan menyebutkan nama akun yang dimaksud, Arbonas menyebutkan pihaknya tetap melaporkannya  dengan mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait fitnah dan pencemaran nama baik.

"Kami sudah menyerahkan sejumlah barang bukti terkait akun media sosial itu, laporan sedang diproses," pungkasnya.

Bank Indonesia laporkan akun medsos ke Bareskrim. (NET/Andry)

Pada 19 Desember 2016 lalu, Presiden Joko Widodo di Kantor Pusat Bank Indonesia meresmikan penerbitan dan peredaran 11 uang NKRI baru, yang terdiri dari tujuh uang Rupiah kertas dan empat uang Rupiah logam. 

Bank Indonesia menyebutkan pencetakan 11 pecahan uang Rupiah baru tahun emisi 2016 sesuai dengan kebutuhan uang tunai dan layak edar di masyarakat, dan peredarannya menggantikan jumlah uang tunai yang ditarik.

BACA JUGA:
Di Peluncuran Uang Baru, BI Minta Redenominasi Rupiah
Masyarakat Antusias Uang Rupiah Baru
Serunya Bank Indonesia Goes to Campus di Makassar
Duet Ahli Fiskal dan Moneter Diamanahkan Jokowi Pimpin PPATK

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengklaim, uang pecahan baru ini sulit dipalsukan karena memiliki 12 ciri pengaman khusus selain cara manual seperti dilihat, diterawang, dan diraba.

Bahan kertas yang digunakan juga merupakan yang terbaik sehingga dapat menggunakan fitur pengamanan berkualitas tinggi. Selain itu, bahan kertas terasa kasar tetapi terlihat licin, serta menyertakan blind code seperti cetakan uang sebelumnya.

ANDRY PRASETYO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments