hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

27 Desember 2016, 14:10 WIB

INDONESIA

"Tak semua orang bisa jadi Jupiter."  

Ucapan itu terkesan pongah. Namun kalau saja tahu Jupiter yang dimaksud? Mungkin kalimat itu bisa dimengerti. 

Ya, Jupiter yang dimaksud adalah Jupiter Aerobatic Team. Tim itu merupakan kelompok penerbang TNI Angkatan Udara yang kerap beraksi jumpalitan di angkasa. Jumpalitan? Benar, mereka menari-nari, beraksi, meliuk menembus awan dengan pesawat terbang, ribuan kaki di atas bumi. 

Biasanya kita bisa melihat Jupiter menari-nari menembus awan pada saat perayaan hari besar atau di acara kedirgantaraan baik dalam maupun luar negeri. 

Berdasarkan sejarah yang tertoreh dalam situs resmi TNI Angkatan Udara, Jupiter Aerobatic Team atau disingkat JAT dibentuk berdasarkan inisiatif dari para instruktur penerbang di lingkungan Skadron Pendidikan 103 yang mengawaki pesawat MK 53 HS Hawk. Sebelum dikembalikan ke Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, saat itu satu squadron pesawat tempur itu sempat dipindahkan ke Lanud Iswahyudi, Magetan Jawa Timur. 

GARUDA NET

Nama Jupiter berasal dari sebutan bagi para instruktur penerbang yang mengajar di Lanud Adisutjipto sejak 70 tahun lalu, tepat pada saat Adisutjipto mendirikan sekolah penerbang pada 15 November 1945. Dan beliau didapuk sebagai Jupiter 01. 

Jupiter tampil pertama kali pada HUT TNI tanggal 5 oktober tahun 1997 dengan menggunakan 4 pesawat MK 53 HS Hawk. Namun, menurut situs resmi TNI Angkatan Udara, lantaran sesuatu dan lain hal kegiatan tersebut dihentikan pada tahun 2002.  

GARUDA NET

Setelah sempat vakum selama lima tahun, pada awal tahun 2008 TNI AU mulai merintis kembali tim aerobatiknya dengan menggunakan pesawat KT 1 Woongbee. Pesawat yang memperkuat Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Kini Jupiter menerbangkan pesawat buatan Korea Selatan dengan kelir merah putih persis bendera kebanggaan Indonesia. 
 
"Ada proses pemilihan dan pendidikan untuk menjadi Jupiter," kata Kolonel Penerbang Azhar Aditama, Pimpinan Jupiter Aerobatic Team.  

GARUDA NET

Syarat pertama, lanjutnya, jelas para calon penerbang pada Tim Jupiter mereka harus lulus sekolah penerbang. Kemudian harus pernah menjalani dinas di skuadron udara atau operasional.   

"Baik itu skuadron tempur, transport maupun helikopter," ujarnya. Kalau skuadron tempur, tambahnya, "harus sampai ke jenjang elemen leader atau kapten pilot untuk pesawat transport atau helikopter." 

GARUDA NET

Selepas itu, kata Azhar, calon penerbang Jupiter harus mau bergabung di sekolah instruktur penerbang. Lantas, setelah menyelesaikan enam sampai tujuh bulan, "Baru mereka akan menempuh proses rekrutmen." 

"Penilaian rekrutmen berdasar atas bakat, kemampuan dan keberanian," ujar Azhar. "Adapula syarat telah memenuhi 60 jam terbang setelah ia menempuh pendidikan instruktur." 

GARUDA NET

Setelah dinyatakan lulus, sambung Mayor Penerbang H.M. "Razor"  Kisha, salah seorang anggota Jupiter, masih harus ada tahapan lain yang sangat penting. Yakni, bagaimana sang anggota bisa kompak, sejalan pikiran. 

"Mulai dari ikatan dengan leader maupun dengan sesama anggota tim. Sebab di udara saya sangat bergantung dengan apa yang dilakukan oleh teman saya untuk keselamatan diri saya," katanya. Istilah lainnya, seperti dikemukakan  anggota lain Jupiter Kapten Penerbang Dika Mahendra, "Yang dibutuhkan adalah penyatuan hati. antar seluruh anggota."  

GARUDA NET

Menjadi Jupiter, menurut Mayor Penerbang H.S. Romas, merupakan kebanggaan. Sebab kini tim Jupiter tak hanya dibanggakan di dalam negeri, tapi juga hingga luar negeri. Singapura Air Show, Langkawi Air Show, Brunei, Thailand, serta Brunei.  

"Mereka itu duta bangsa sakarang," kata Marsekal Pertama TNI Imran Baidrus (Komandan Lanud Adisutjipto April 2015-September 2016). "Sementara dalam kondisi tanpa peperangan, eksistensi Jupiter dibutuhkan untuk efek getar bagi negara lain, sebab memperlihatkan seberapa hebat para pilot Indonesia.  

So, berminat jadi Jupiter?

GARUDA | NET  

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments