hero
Pohon Natal tertinggi di Baghdad, Irak. (ASSOCIATED PRESS)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

25 Desember 2016, 09:00 WIB

IRAK

Belakangan berita di Indonesia diwarnai dengan hal-hal berbau sentimen agama. Salah satu contohnya, pembubaran Kebaktian Natal di Sabuga, Bandung oleh organisasi masyarakat Pembela Ahlus Sunnah. Aksi terjadi pada 6 Desember lalu.

Bicara soal toleransi, kayaknya Indonesia masih perlu banyak belajar. Coba lihat apa yang dilakukan oleh Yassir Saad, seorang pebisnis muslim di Irak. Saad mendirikan pohon Natal tertinggi di Baghdad sebagai wujud toleransi terhadap umat Kristiani di Irak.

Pohon Natal setinggi 26 meter ini berdiri di tengah taman bermain Zawra di Baghdad. Diameternya mencapai 10 meter. Untuk membuatnya, Saad mengeluarkan biaya US$ 24 ribu atau sekitar Rp 322 juta.

“Pohon ini sebagai lambang cinta dan damai. Saya berharap semua umat Kristen di Irak bisa menjalani hidup normal dan damai,” ujar Saba Ismael, seorang guru yang berkunjung bersama murid-muridnya di sekitar lokasi pohon Natal.

Anak-anak warga Kristiani di Irak. (THE TELEGRAPH)

 

Sejak invasi Amerika Serikat tahun 2003, warga Kristen di Irak terus berkurang. Kelompok Islam radikal di Irak memaksa mereka untuk menjadi Muslim. Jika tidak bersedia, umat Kristiani tersebut harus membayar pajak khusus hingga disita propertinya.

Sejak saat itu, ribuan warga Kristen Irak memilih meninggalkan Mosul, kota terbesar kedua di Irak yang paling beragam penduduknya. Tujuan Saad mendirikan pohon Natal ini yaitu untuk mengobati luka akibat perang Mosul dan merangkul umat Kristiani dalam merayakan Natal.

ASSOCIATED PRESS | THE TELEGRAPH | RINA NUR AUFA

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments