hero

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Desember 2016, 00:55 WIB

AUSTRALIA

Pemerintah Australia mengeluarkan travel advisory bagi warganya yang akan atau tengah berada di Indonesia. Imbauan ini dikeluarkan setelah polisi menangkap jaringan teroris di beberapa tempat. 

Imbauan perjalanan yang dikeluarkan berupa High Degree Caution atau kewaspadaan tingkat tinggi. Status tersebut merupakan level kedua dari total empat level dalam tahapan travel advisory Australia.

"Pemerintah Indonesia melakukan penangkapan teroris yang diduga akan melancarkan serangan," dalam pernyataan yang dirilis Smartraveller Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dalam situsnya, yang dikutip NET.Z, Rabu, 21 Desember 2016.

Densus 88 Gerebek terduga teroris di Tanggerang Selatan. (NET)

Meski mengeluarkan travel advisory, Australia tidak melarang warganya pergi ke Indonesia.  Namun, meminta tiap warga negara waspada terhadap kondisi di Indonesia, sebab serangan teror bisa terjadi kapan saja.

"Tingkat ancaman teroris di Indonesia tetap tinggi. Serangan teroris bisa terjadi di mana saja, kapan saja di Indonesia, termasuk Bali," ujar Pemerintah Australia dalam rilis tersebut.

Anjuran yang dikeluarkan pada 21 Desember itu juga meminta warga Australia agar menghindari keramaian. "Khususnya waspada selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Kelompok teror bisa saja menargetkan kerumunan warga asing," kata DFAT.

Densus 88 Gerebek terduga teroris di Medan. (NET)

Seruan yang dikeluarkan Negeri Kangguru ini setelah Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menggerebek dua rumah kontrakan yang dihuni terduga teroris di Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 21 Desember 2016.

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap satu terduga teroris bernama Adam Noor Syam. Setelah ditangkap, Adam dinterogasi untuk menemukan pelaku teror lainnya. 

BACA JUGA:
Kata Jokowi tentang Teroris Tangsel
Terduga Teroris Tangsel Terkait Jaringan Bom Bekasi
Teroris Juga Ditangkap di Sumbar dan Sumut
Ini Profil Terduga Teroris Payakumbuh dan Deli Serdang

Di lokasi, petugas mendapati Omen, Helmi, dan Irwan sedang merakit bom yang diduga akan diledakkan saat malam pergantian tahun. Namun, ketiganya tewas di lokasi setelah melawan petugas.

Tak hanya itu,  Detasemen Khusus 88 Polri secara simultan melakukan penggerebekan terduga teroris di beberapa lokasi lainnya. Dua lokasi itu adalah Payakumbuh, Sumatera Barat dan Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di Payakumbuh, polisi menangkap pria berinisial JT yang diketahui berusia 39 tahun. Ia merupakan sel teroris jaringan Solo. Di Deli Serdang, Seorang pria berinisial S diamankan karena terkait dengan jaringan teroris Bahrun Naim, otak pelaku bom Sarinah, Jakarta Pusat.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments