hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

21 Desember 2016, 09:20 WIB

AMERIKA SERIKAT

Untuk pertama kalinya peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) memublikasikan kehidupan ikan chiamera dari habitat aslinya. 

Ikan ini ditemukan di Samudera Pasifik pada kedalaman 2600 meter di bawah permukaan laut. Tepatnya di Teluk California, wilayah perbatasan antara Amerika Serikat dengan Meksiko. 

Karena bentuknya yang aneh, peneliti menjulukinya sebagai ikan hantu. Chiamera memiliki sepasang bola mata berwarna sayu. Kedua siripnya bergerak liar seperti sayap burung. Ketika berenang, kulit makhluk misterius ini terlihat seperti lempengan baja. 

Chiamera tidak memiliki tulang kerangka. (MBARI)

Berbeda dengan ikan laut pada umumnya, chiamera tidak memiliki tulang kerangka. Lekuk tubuh mereka ditegakan menggunakan kartilage atau tulang rawan. 

Keunikan lain terdapat pada kelamin. Chiamera berkelamin jantan memiliki sebuah penis yang tertanam di kepala. Sedangkan chiamera betina polos tanpa tonjolan apapun.

Semula, peneliti enggan memublikasi temuan ini ke masyarakat. Mereka ragu apakah hewan yang dimaksud benar-benar spesies ikan hantu. Sebab, ini adalah kali pertama ikan hantu ditemukan di belahan bumi bagian utara.

Untuk meyakinkan diri, MBARI merekrut empat orang peneliti tambahan untuk mengidentifikasi ikan-ikan ini. Mereka membandingkan ikan yang ditemukan di Teluk California dengan dua spesies lainnya yang telah ditemukan sebelumnya. Ikan hantu yang ditemukan di perairan New Caledonia dann Afrika Selatan. 

Di seluruh dunia terdapat 38 jenis spesies ikan hantu. Mereka telah hidup dan berevolusi selama 400 juta tahun. Jika dilihat dari garis keturunan, chiamera lebih dekat dengan ikan pari daripada ikan hiu. 

MBARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments