hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

14 Desember 2016, 12:40 WIB

AMERIKA SERIKAT

Penelitian dari University of Michigan Transportation Research Institute menunjukan jika tahun-tahun kedepan tidak akan ada lagi pemilik mobil pribadi. Orang mulai beralih menggunakan transportasi online dan mobil tanpa sopir.

Di Amerika Serikat sendiri, angka kepemilikan mobil merosot hingga 43 persen sejak kedua tren tersebut (transportasi online dan mobil tanpa sopir) berkembang dengan pesat.

Meski demikian, fenomena ini tidak berpengaruh kepada industri mobil. Transportasi online dan mobil tanpa sopir masih membutuhkan armada untuk memenuhi permintaan para konsumennya.

Teknologi mobil tanpa sopir berkembang dengan pesat. (BUSINESS INSIDER)

"Semakin lama permintaan terhadap transportasi online dan mobil tanpa sopir semakin bertambah. Sama halnya dengan kebutuhan akan armada kendaraan," ujar Gary Silberg, analis otomotif dari lembaga audit KMPG.

Menurut Gilbert, mobil tanpa sopir akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Khususnya mereka yang berumur lebih dari 65 dan kurang dari 15 tahun. Kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan untuk mengakses kendaraan pribadi.

Momen ini merupakan peluang bagi produsen mobil untuk meningkatkan produksi mereka. Diperkirakan triliunan mobil akan silih berganti menyesaki jalanan hingga tahun 2050. Menggantikan mobil-mobil lama yang masa pakainya semakin menurun akibat tingginya mobilitas.

Seperti diketahui, mayoritas pemilik mobil pribadi memarkir kendaraan mereka di garasi dan lahan parkir. Mobil yang dibiarkan mangkrak memiliki masa pakai lebih panjang, sekitar 10 hingga 15 tahun. 

Meningkatnya mobilitas masyarakat semakin memperpendek masa pakai kendaraan. Faktor inilah yang menyebabkan produksi mobil meningkat. 

Sejarah mencatat, pembuat mobil abai dengan bisnis gaya baru ini. Sebagian besar produsen mobil hanya membuat dan menjual mobil. Beberapa diantaranya menyewakannya. Bukan terjun langsung terlibat dalam bisnis besar yang saat ini sedang menggulung. Bisnis transportasi online dan mobil tanpa sopir.

"Jika ingin bertahan. Perusahaan mobil harus peka dan melibatkan diri pada bisnis ini," Silberg menambahkan.

Driverles car meningkatkan mobilitas masyarakat. (BUSINESS INSIDER)

Namun, tidak semua produsen mengabaikan bisnis model baru. Ford dan General Motors menolak kalah. Melalui anak perusahaannya, mereka mulai mengembangkan diri menjamah sistem transportasi on line dan mobil tanpa sopir.

Ford bahkan telah menciptakan prototipe mobil tanpa sopir. Mobil tersebut telah diuji cobakan di California, Amerika Serikat. Dengan menggandeng Uber, mobil ini siap mengaspal pada tahun 2021.

Langkah serupa juga ditempuh oleh General Motors. Meski tengah terjadi pergeseran dalam bisnis otomotif, perusahan asal kota Detroit, AS tersebut yakin produsen-produsen otomotif dunia mampu bertahan. 

"Saya melihat perbedaan model bisnis sedang terjadi. Selagi mau melakukan sesuatu, semua perusahaan otomotif dunia akan aman," kata CEO General Motors, Mary Barra.

BUSINESS INSIDER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments