hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

6 Desember 2016, 21:00 WIB

BELGIA

Facebook, Google, YouTube, Twitter dan Microsoft duduk bersama melawan aksi terorisme yang dilakukan oleh para kelompok radikal lewat dunia maya. 

Mereka membuat sebuah sistem data base yang digunakan untuk menyortir konten-konten digital berbau teror. Materi berwujud video dan foto akan diidentifikasi oleh tim khusus. Mereka bertugas menentukan apakah materi tersebut akan dihapus atau tidak. 

Sistem canggih ini menggunakan teknologi 'digital fingerprint'. Semua konten yang pernah masuk ke dalam sistem tidak akan lagi bisa di unggah ulang ke dalam media yang sama. 

Upaya ini dilakukan untuk mencegah konten-konten berbau terorisme viral dan beredar di media sosial. Mempengaruhi para pengguna untuk bersimpati dan mendukung pergerakan.

"Kami rasa, langkah bersama ini adalah dapat berjalan dengan efektif. Melindungi para pengguna internet dari pengaruh terorisme global," kelima perusahaan tersebut setuju.

PIXABAY

Langkah bersama dilakukan setelah Uni Eropa mengimbau para pengelola website untuk proaktif melindungi pengguna internet dari pengaruh terorisme. Organisasi yang bermarkas di Brusel itu bahkan mengancam akan mengeluarkan kebijakan khusus jika perusahaan tetap enggan melakukan upaya pencegahan.

Sebelum penyortiran dilakukan, perusahaan teknologi sangat resistan dengan pengekangan kebebasan berekspresi. Sekalipun tindakan itu berbau terorisme. Penghapusan konten hanya dilakukan jika ada laporan dari masyarakat. Tindakan ini juga dilakukan secara sendiri-sendiri oleh tim internal yang dimiliki perusahaan. 

Seperti yang dilakukan oleh Twitter. Selang bulan Februari hingga Agustus, perusahaan asal Kalifornia itu telah membekukan sedikitnya 235 ribu akun yang dianggap berbahaya. Mereka juga membuat tim khusus untuk menyortir akun-akun berbahaya. Termasuk akun berbau terorisme.

BUSINESS INSIDER

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments