hero
Penyandang disabilitas perbaiki kursi roda. (NET/Agung)

EDITOR : OCTOBRYAN

3 Desember 2016, 15:50 WIB

KAB. MAGELANG, INDONESIA

Menggunakan tongkat penyangga tangan perhatian Kasihan, 40 tahun, tertuju kepada roda kecil berdiameter 15 sentimeter. Dibantu asistennya, ayah beranak tiga ini berusaha memasukan benda bundar ini ke kursi roda milik rekan sejawatnya yang rusak. 

Keterampilan tangannya menggunakan perkakas digunakan untuk meringankan beban bagi sesama penyandang disabilitas. Maklum saja, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kesulitannya suku cadang dan bengkel kursi roda.

Penyandang Disabilitas antri membetulkan kursi roda di Magelang. (NET/Agung)

Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember ini mungkin hanya menjadi catatan bagi para penyandang disabilitas. Tak banyak perubahan yang mereka rasakan, meski perjuangan tiada henti terus mereka suarakan.   

Kondisi itu membuat mereka membangun solidaritas bersama, karena hanya mereka yang mengerti penderitaan sesamanya.

Penyandang disabilitas di Magelang senang kursi rodanya diperbaiki. (NET/Agung)

"Kami gratiskan perbaikan kursi roda bagi warga, ini kebutuhan utama kami," ujar pria yang juga Ketua Paguyuban Difabel Warsa Mundung, Sabtu, 3 Desember 2016.

Berbekal ilmu membengkel kursi roda yang ia pelajari secara otodidak, keterampilan itu lalu ia tularkan kepada teman-temannya. Ia berharap, agar para penyandang difabel seperti dirinya bisa hidup mandiri secara ekonomi tidak bergantung pada orang lain.

Kasihan meminta Pemerintah Kabupaten Magelang untuk membuat kebijakan dan program-program yang nyata untuk kaum difabel. Tidak hanya pelatihan, Kasihan juga menghimbau pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki.

BACA JUGA:
Penyandang Disabilitas Ciptakan Kursi Roda Otomatis
Di Dasar Tulamben, Penyandang Disabilitas Hormati Merah Putih
Pasangan Tunanetra Ini Pantang Mengemis
Tanpa Implan Penderita Tunarungu Bisa Mendengar

"Kebutuhan ini bukan hanya untuk kaum difabel, tapi kursi roda juga dipakai untuk masyarakat umum seperti lansia, anak-anak, dan wanita," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magelang Endot Sudiyanto mengaku akan mengalokasikan anggaran khusus melalui dana bantuan sosial bagi warga penyandang disabilitas di Kabupaten Magelang.

"Kami usulkan hal itu wajib dianggarkan tiap tahun," jelasnya.

Kepala Dinsos ini berharap dengan bantuan Pemkot, baik yang bersifat materi maupun immaterial, bisa menjadi motivasi tersendiri bagi mereka. Sehingga, kata Endot, penyandang disabilitas tidak memanfaatkan keterbatasannya untuk kegiatan tuna sosial. "Ini salah satu upaya kami memberantas penyakit sosial di masyarakat," pungkasnya.

AGUNG NUGROHO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments