hero
Markas Besar Polri. (NET.Z/Wishnu Adi)

EDITOR : REZA ADITYA

1 Desember 2016, 12:20 WIB

INDONESIA

Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Markas Besar Polri, Kamis, 1 Desember 2016 pagi. 

Kedatangan Ahok itu untuk memenuhi panggilan Direktur Tindak Pidana Umum Polri Brigadir Jenderal Agus Andrianto sebagai tindak lanjut dari berkasnya di Kejaksaan Agung dinyatakan lengkap atau P-21.

Tiba sekitar pukul 09.30 WIB, Ahok diam seribu bahasa. Dia tak mengeluarkan pernyataan apapun kepada awak media. Ahok langsung memasuki ruangan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan pemanggilan Ahok ini terkait penyerahakan berkas tahap kedua ke Kejaksaan Agung. Berkas tahap kedua ini adalah penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polri ke Kejaksaan Agung.

"Tadi memanggil Ahok untuk dilakukan pemeriksaan, apakah benar dia tersangkanya beserta barang bukti. Supaya nanti kejaksaan menerima lengkap dan dalam kondisi baik," kata Rikwanto.

Ahok saat menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama, 22 November 2016. (NET)

 

Rikwanto mengatakan kasus Ahok setelah ini sudah sepenuhnya diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Penyidik Polri, kata dia, sudah menyelesaikan tugasnya dalam mengusut kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan mantan Bupati Belitung Timur itu.

Setelah dari Mabes Polri, Ahok kemudian mendatangi Kejaksaan Agung. Dia menuju ruangan Jaksa Muda Tindak Pidana Umum. Sekitar satu jam Ahok berada di dalam ruangan itu sejak pukul 10.00 WIB.

Usai diperiksa di Kejaksaan Agung, Ahok tak banyak bicara. "Saya hanya sampaikan mohon doa supaya masalah dan proses hukum ini bisa berjalan dengan adil dan terbuka, selesai dari permasalahan ini, sehingga saya bisa memakai waktu melayani warga Jakarta lebih baik lagi ke depan," ujar Ahok.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mohammad Rum mengatakan selama di dalam, Ahok ditanyai terkait berkas kasusnya. Menurut Rum, kedatangan Ahok juga hanya untuk mengkonfirmasi kebenaran pada berkas tahap kedua dari penyidik Polri.

Adapun Rum mengatakan penyerahan berkas kedua ini, tim peneliti jaksa penuntut umum memutuskan tidak menahan Ahok. "Karena pada prinsipnya, sesuai prosedur operasi standar, apabila penyidik Polri tidak melakukan penahanan, maka kejaksaan juga tidak," kata dia.

Tim jaksa juga menilai Ahok, meskipu sudah ditetapkan sebagai tersangka, bersikap kooperatif. Inilah yang menyebabkan Ahok sampai saat ini tidak ditahan.

DEDE ROHALI

BACA JUGA:
Kejaksaan Agung: Berkas Ahok P21, Siap Dibawa ke Pengadilan
Berkas Ahok P21, Pemerintah Pastikan Tak Intervensi

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments