hero
Ilustrasi kekerasan anak. (Pixabay)

EDITOR : REZA ADITYA

23 November 2016, 11:35 WIB

SUMATERA SELATAN, INDONESIA

Siska Nopriana, 23 tahun, tega menganiaya B, yang merupakan anak kandungnya dan masih berusia empat tahun hingga tewas. Belum jelas motif Siska menganiaya anaknya itu. Kuat dugaan penganiayan dilakukan sebagai luapan emosi kekesalan terhadap sang suami.

Seorang tetangga Siska, Rotilah, mengaku sering mendengar tangisan B saban hari. "Anaknya itu hanya terdengar menangis saja sehari-hari, kalau ayahnya sedang kerja," ujar Rotilah, Rabu, 23 November 2016. Rotilah tak menyangka tangisan B berakhir dengan kematian di tangan ibu kandungnya sendiri. 

Pelaku penganiayaan terhadap anak kandung. (NET)

 

Setelah anaknya meregang nyawa, Siska bahkan sempat melapor ke kepolisian setempat. Kepada polisi, Siska mengaku sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya. Kekerasan itu yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

Polisi tak lantas percaya dengan keterangan Siska. Polisi kemudian langsung menuju ke kediaman Siska di Jalan Lubuk Bakung, Lorong Sahaja Kecamatan Ilir Barat Satu, Palembang. Di sana, polisi menemukan tubuh B yang sudah tak bernyawa beserta luka lembam di sekujur tubuhnya.

"Setelah itu, ibunya mengakui anaknya sudah meninggal akibat ditendang olehnya," kata Kepala Polresta Palembang Iptu Cek Mantri. Polisi langsung menetapkan Siska sebagai tersangka. 

Dari pemeriksaan sementara, penganiayaan itu dilakukan akibat Siska sering bertengkar dengan sang suami. Atas perbuatannya Siska dijerat Pasal 44 ayat (3) UU tentang KDRT juncto Pasal 80 ayat (4) UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

ARDHIANSYAH NUGRAHA 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments