EDITOR : AULIA RAHMAT

23 November 2016, 10:00 WIB

INDONESIA

"Saya tidak pernah melihat Go-Jek sebagai aplikasi online, mungkin itu hanya sebuah permulaan saja. Kita lebih daripada itu," ujar Nadiem Makarim, CEO Go-Jek di sela-sela acara seminar yang diadakan oleh Tech in Asia.

Nadiem baru saja menambah layanan baru pada Go-Jek. Layanan kesehatan bernama Go-Med dan layanan pengisian pulsa bernama Go-Pulsa.

Selain kedua layanan tersebut. Go-Pay adalah salah satu yang paling diagungkannya. Sebuah sistem pembayaran elektronik yang digadang bakal menggantikan uang tunai. 

Sejumlah layanan pada aplikasi Go-Jek. (Go-Jek)

Meski terhitung baru seumur jagung. Go-Pay mendapat respon yang baik dari para pengguna Go-Jek. Terutama sejak uang elektronik tersebut dikampanyekan dari mulut ke mulut oleh para driver.

"Beberapa waktu ke depan, akan lebih banyak orang menggunakan Go-Pay dibandingkan uang tunai," kata Nadiem.

"Tidak ada yang tahu, jika platform ini akan berkembang dan menggantikan sistem pembayaran tunai."

"Tentu saja saya memberikan diskon. Namun apa yang membedakan Go-Pay dengan aplikasi online lainnya? Jawabannya adalah cara kami mendorong pengguna menggunakan layanan baru tersebut."

Ketika pengguna Go-Jek membayar menggunakan uang tunai. Driver akan menginformasikan pengguna untuk beralih ke Go-Pay. Jika setuju, driver akan mendapatkan bonus, sedangkan pengguna akan mendapatkan diskon dan promo. 

Driver Go-Jek. (Go-Jek)

"Kami punya ribuan driver. Maka merekalah corong penjualan bagi layanan baru ini. Sekali pengguna menggunakan Go-Pay mereka tidak akan kembali menggunakan uang tunai," kata Nadiem.

Alumnus Harvard Business School itu mengibaratkan Go-Pay sebagai perekat bagi layanan-layanan Go-Jek yang lain. Ia bercita-cita ingin menjadikan Go-Pay sebagai sistem pembayaran elektronik dengan jaringan yang lebih luas. Antara lain: pembayaran jual beli online, pemberian pinjaman dan jasa pengiriman uang.

CEO perusahaan startup terbesar di Indonesia tersebut yakin jika strategi yang dibuatnya akan membuat pengguna Go-Jek enggan berpaling ke aplikasi lain yang menawarkan fasilitas serupa.

"Bohong jika kita tidak berpikir tentang persaingan. Kita selalu melihat ke belakang. Jika musuh mendekat kita harus berpikir lebih keras lagi."

CEO Go-Jek, Nadiem Makarim memperkenalkan Go-Pay. (NET)

Go-Jek bukanlah pemain tunggal dalam bisnis transportasi online disertai pembayaran elektronik. Grab adalah salah satu pesaing terberat mereka. Perusahaan asal Malaysia tersebut sudah melebarkan sayap di bidang makanan dan pembayaran elektronik. Bedanya mereka tidak menggunakan driver untuk merayu pengguna beralih ke GrabPay.

Selain Grab, ada juga Uber. Perusahaan asal San Fransisko tersebut sudah menggunakan uang non tunai sebagai proses pembayaran. Bedanya mereka menggunakan kartu kredit.

"Kita sedang berperang, kita menyadari itu. Kita selalu berpikir bagaimana kita berpromosi, bagaimana kita mengamati perubahan perilaku para pengguna. Itu semua berjalan secara simultan. Go-Jek sekarang berbeda dengan yang dahulu."

TECH IN ASIA 

 

 

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments